Sabtu, 18 April 2026

Bentrok Pelajar di Jambi Timbulkan 4 Korban, 6 Pelaku Disembunyikan Perangkat Desa

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:49 WIB

Warga Desa Mandiangin sempat blokir jalan untuk mendesak kepolisian segera menangkap enam pelaku anak.  (Sobar Alfahri)
Warga Desa Mandiangin sempat blokir jalan untuk mendesak kepolisian segera menangkap enam pelaku anak. (Sobar Alfahri)

Jambi Line - Beberapa pelajar SMA Negeri 4 Sarolangun, Jambi, terlibat bentrok berbekal senjata tajam di lingkungan sekolah pada Senin (30/10) pagi. Imbas keributan berdarah itu, sebanyak empat anak mengalami luka sabetan.

Empat korban luka-luka ini merupakan warga Desa Mandiangin, Kecamatan Mandiangin, Sarolangun, Jambi. Sementara beberapa pelajar yang menyerang berasal dari desa tetangga, yaitu Desa Rangkiling.

Berang dengan kejadian itu, keluarga korban dan warga Desa Mandiangin nekat memblokir jalan. Tujuannya mendesak kepolisian segera menangkap enam pelaku (warga Desa Rangkiling) tadi.

Baca Juga: Kesaksian Warga Soal Pembacokan Anggota Polda Jambi: Ada Satu Korban Lagi

Setelah mediasi yang diadakan pemerintah daerah, Senin (30/10) malam, barulah pemblokiran jalan berakhir. Namun, para pengguna jalan terlanjur kena dampak konflik ini karena terjebak macet selama berkisar 17 jam.

Dalam kesepakatan yang timbul dari mediasi itu, kepolisian diberikan waktu selama tiga hari untuk menangkap enam anak tadi. Jika tidak berhasil, masyarakat akan melakukan pemblokiran jalan lagi.

"Bila selama 3 kali 24 jam itu belum dapat juga, mau blokir," kata Kasat Reskrim Polres Sarolangun Iptu Cindo Kottama, Selasa (31/10) siang.

Namun, para pelaku ini dilindungi dan disembunyikan keluarga bersama masyarakat dan perangkat desa. Kepolisian setempat menjadi kerepotan.

"Kami dibatasi dengan tidaknya kooperatif pemerintah desa dan masyarakat di situ. Karena pelaku ini disembunyikan oleh pihak keluarga dan dilindungi perangkat desa," kata Cindo.

Baca Juga: Anggota Polda Jambi Dibacok Ketika Lerai Perkelahian Gangster

Walau menghadapi tindakan tidak kooperatif, kepolisian masih berupaya dengan pendekatan persuasif. "Dari tadi malam kita sudah gerilya persuasif karena tersangka ini kan masih di bawah umur. Tapi, jika perkara persuasif tidak bisa, saya tinggal minta petunjuk pimpinan," kata Cindo.

Ia pun mengatakan dahulu polisi pernah menjadi korban di Desa Rangkiling.

"Kejadiannya seperti ini juga. Makanya, kami tidak ingin bertindak ceroboh. Kalau kita langsung dan kekuatan tidak full, kita kewalahan. Harus dengan kekuatan full baru bisa," ungkap Cindo.

Sedangkan para korban tadi sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sebagian dari mereka sudah pulang dan rawat jalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X