Sabtu, 18 April 2026

Anies Berdialog di Pasar Jambi, Warga Keluhkan Harga dan Terjebak Pinjaman

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Kamis, 14 Desember 2023 | 13:57 WIB

Anies Baswedan berdialog dengan padagang di pasar, Jambi. (Sobar Alfahri)
Anies Baswedan berdialog dengan padagang di pasar, Jambi. (Sobar Alfahri)

Jambiline.com - Anies Baswedan berdialog dengan para pedagang di Pasar Angso Duo Baru Jambi, Kota Jambi, Kamis (14/12). Ia juga sempat membeli komoditas di sana.

Anies mengatakan para pedagang kala itu mengeluhkan harga kebutuhan pokok melonjak. Sedangkan omset di sana mengalami penurunan.

"Volume penjualannya menjadi menurun. Yang awalnya satu kilogram menjadi setengah. Inilah masalah yang akan kami selesaikan. Persoalan kebutuhan pokok Itulah prioritas kami," katanya, Kamis (14/12).

Baca Juga: Kasus Pencurian di Telanaipura Jambi Belum Terungkap, Korban Trauma hingga Pindah Rumah

Persoalan kebutuhan pokok, ujar Anies, menjadi salah satu prioritas sehingga ia akan membuat tim khusus untuk mengatasinya.

Anies menyampaikan salah satu upaya untuk menstabilkan harga bahan pokok ialah dengan cara meningkatkan produksi. Sebab jika permintaan meningkatkan sedangkan produksi menurun, akan mengakibatkan harga melonjak.

Baca Juga: Mantan Dirut Bank Jambi Dituntut 12 Penjara, Tak Ada Unsur Meringankan

Tidak hanya persoalan harga bahan pokok, para pedagang juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan modal. Bahkan ada yang meminjam.

"Ada yang meminjam ke rentenir. Bahasa yang tadi kami dengar, kami pinjam 4 dibalikin jadi 7 itu," kata Anies.

Anies sudah punya ide untuk mengatasinya yaitu dengan mendirikan koperasi. Dengan adanya koperasi, kelompok pedagang bisa mendapatkan bantuan besar dari perbankan dan pemerintah lalu dikelola lebih baik.

"Saya sampaikan pihak pasar juga segera bentuk koperasi. Di sini ada pedagang berjumlah 2.000 orang. Bagi perbankan, bagi pemerintah, ketika memberikan bantuan, bisa ke kelompok pedagangnya yaitu koperasi," kata Anies.

"Tapi kalau per individu yang menerima, tentu kesulitan. Skala bisnisnya kecil. Kalau bersatu dalam koperasi insya Allah pendanaan lebih mudah. Mereka juga tidak harus repot mengurusnya. Kami berencana melancarkan urusan seperti ini melalui koperasi. Koperasi penting sekali bagi masyarakat," kata Anies.

Bila sudah koperasi, ujar Anies, para pedagang tidak perlu lagi terjebak pinjaman online. "Kalau tidak ada, banyak yang terjebak pinjaman online," katanya.

Dibandingkan food estate, kata Anies, lebih baik memberdayakan para petani untuk mengatasi persolan pangan.

"Dari pada food estate. Kalau food estate lahan baru korporasi yang mengerjakan. Kalau contract farming, dananya dipakai untuk para petani meningkatkan produksi. Selama mereka ini bekerja, mereka ada jaminan adanya pembeli," ujar Anies.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X