Sabtu, 18 April 2026

Ketika Bedah Buku "Belacu Ditukar Lada" di Sekretariat AJI Jambi

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Minggu, 24 Maret 2024 | 19:41 WIB

Bedah buku berjudul Lada Ditukar Belacu di Sekretariat AJI Jambi. (Sobar Alfahri)
Bedah buku berjudul Lada Ditukar Belacu di Sekretariat AJI Jambi. (Sobar Alfahri)

Jambiline.com - Tak hanya menghasilkan liputan mendalam mengenai lingkungan selama 20 tahun, Jon Afrizal mencari benang merah, menganalisis kisah-kisah tentang Jambi, serta mencocokkannya dengan penelitian. Hasilnya tertuang dalam sebuah buku berjudul "Belacu Ditukar Lada".

Buku itu membahas bagaimana keberadaan blackpaper (lada hitam) mempengaruhi sejarah Jambi. Lada hitam yang populer digunakan untuk masakan bangsa barat, ternyata merupakan tumbuhan yang pernah ada dan ditanam di Jambi. Komoditi ini dibawa ke negara asalnya oleh kolonial Belanda.

AJI Jambi bekerja sama dengan Amira Academy berdiskusi terkait motivasi, proses penulisan hingga publikasi buka tersebut.

"Ini sangat menginspirasi kami, tentunya bagi Walhi. Perjalanan kami juga begitu panjang namun belum terpikir untuk membuat yang seperti ini. Saya suka sekali buku ini. Buku ini ditulis dengan cara yang bebas dan mengalir. Terima kasih telah menginspirasi kami," kata Dwi Nanto dari Walhi Jambi.

Baca Juga: Budi Setiawan Blak-blakan Sebut Sudah Kantongi Dukungan dari Dua Parpol di Jambi

Diskusi dan bedah buku yang digelar di sekretariat AJI Kota Jambi, di Kelurahan Bagan Pete pada Sabtu (23/3) ini menampilkan para jurnalis dari berbagai media massa, perwakilan dari Walhi Jambi, KKI Warsi, Yayasan Setara Jambi, KPA Jambi, perwakilan dari Universitas UIN Jambi, serta Universitas Nurdin Hamzah.

"Saya mengunjungi banyak hutan dan dusun yang tersebar di Provinsi Jambi, dan juga provinsi tetangga. Dari setiap perjalanan, saya mendapatkan banyak cerita terkait sejarah tentang Jambi dari orang-orang yang dituakan. Seperti merangki puzzle, saya menghubungkan antara satu cerita dan lainnya. Sehingga , perlu penelitian untuk menulis buku ini,” kata Jon Afrizal.

Ia tidak sekedar mengutip literatur yang terserak di internet, tetapi juga mempelajari asal muasal setiap cerita dan pertemanannya dengan yang telah terdata di Universiteit Leiden, misalnya. Juga di beberapa cetakan koran digital di masa lalu.

Baca Juga: Tips Keselamatan dan Kesehatan Berkendara : Berikut Peran Penting 5 Perlengkapan Pengendara Sepeda Motor

Sebuah tulisan berbahasa Belanda yang ia terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk kemudian dianalisa sesuai dengan kondisi yang pernah terjadi.

Suwandi, Ketua AJI Jambi yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasinya.

“Begitu banyak perjalanan kita semua, jurnalis, begitu juga LSM yang ada di Jambi ini. Dengan diskusi ini, mari kita ambil intisari untuk memotivasi kita menciptakan karya-karya terbaik,” kata Suwandi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X