Jambiline.com - Setelah menyentuh di angka 77,7 persen pada bulan Agustus tahun 2022, kini inflasi Jambi meningkat di angka 8,09 persen.
Data ini diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Senin (3/10).
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, kenaikan inflasi akibat dari penyesuaian harga BBM
"Dampak kenaikan harga BBM tidak bisa direm, hingga menjadi penyumbang inflasi.
Jadi hari ini penyumbang inflasi terbesar kita itu adalah transportasi, bahan bakar juga rumah tangga ikut berdampak," tuturnya.
Disampaikan Al Haris, pihaknya saat ini tengah berupaya mengawasi perdagangan beras untuk menekan angka inflasi.
"Sebab perdagangan komoditas ini berpotensi mengakibatkan peningkatan inflasi," tuturnya.
Guna menekan laju inflasi itu, Pemerintah Provinsi Jambi kini menggalakan konsumsi beras lokal.
"Kita sekarang sudah berusaha, dan mewajibkan ASN membeli beras lokal. Sehingga tidak banyak beras premium yang dikonsumsi, yang mengakibatkan kenaikan komoditas tersebut," tuturnya.
Al Haris mengklaim, bahwa sebenarnya pemerintah sudah menahan laju inflasi, salah satunya lewat komuditas pertanian.
"Yang terlihat pemerintah bisa menahan laju inflasi ini, khususnya terkait komoditi yang sebelumnya penyebab inflasi, seperti cabai, bawang, dan sebagainya," sebutnya.***