Jambi Line - Kemacetan arus lalu lintas masih terjadi di Provinsi Jambi yang disebabkan oleh padatnya angkutan batu bara.
Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Dhafi menyampaikan, kemacetan lalu lintas yang terjadi diperparah dengan kerusakan jalan.
Baca Juga : Pengprov PERKEMI Jambi Gelar Kejurprov 2022
Ia menegaskan, jika hal tersebut dibiarkan terus terjadi, pihaknya akan menghentikan operasional angkutan batu bara hingga akhir tahun 2022.
"Kalau dibiarkan rusak begitu, kita akan hentikan operasional ini hingga akhir tahun. Ini sangat mengganggu. Sedangkan tidak ada jalan lainnya," ujar Dhafi beberapa waktu lalu.
Dhafi mengatakan, meski anggaran untuk pemeliharaan jalan nasional yang dibangun pemerintah pusat tersebut tidak ada lagi, ia berharap peran aktif dari pemerintah daerah, terlebih sebanyak 80 persen pajak batu bara masuk ke anggaran daerah.
Baca Juga : Forum Wartawan Ekonomi Bisnis Jambi Kunjungi Museum Bank Indonesia
"Kita ketahui anggaran yang masuk dari batu bara 20 persen untuk pusat, dan 80 persen ke daerah. Siapa tahu ada dana CSR juga. Kami juga sudah koordinasi balai agar bilang ke Pak Gubernur Jambi," katanya.
Seandainya keadaan masih tetap seperti ini, Dhafi mengatakan, tidak hanya kemacetan lalu lintas yang berlangsung, konflik antar masyarakat dan truk batu bara akan ikut memanas.
"Kalau tidak saling membantu, begini terus kondisi lalu lintas kita. Bahkan bisa tambah parah. Kemacetan tidak akan habisnya. Bisa timbul konflik," tuturnya.
Baca Juga : Pj Bupati Henrizal Buka Sarolangun Festival Tahun 2022
Dhafi sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan BPJN terkait persoalan ini. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi bersungguh-sungguh turun tangan.
"Kita juga meminta pilar kedua pemangku kepentingan jalan atasi masalah parkir," tutupnya. (ANH)