Jambi Line - PetroChina International di Tanjung Jabung Barat, Jambi, terhitung sudah dua kali mengalami insiden kecelakaan kerja sejak Desember 2022. Tidak ada sanksi yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kepada perusahaan minyak bumi dan gas (migas) itu.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, Bahari menyampaikan dua insiden itu disebut murni sebagai kecelakaan.
Sesuai hasil pemeriksaan, PetroChina dinilai tidak menyalahi prosedural kerja serta memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tetapi, karena terjadi 2 kali kecelakaan, Pemprov Jambi memberikan pembinaan pada PetroChina.
Baca Juga : Porprov XXIII Jambi Disepakati Juni 2023, Berikut Daftar Cabor yang akan Dipertandingkan
"Kita berikan pembinaan. Kalau ditemukan kesalahan, kita kasih peringatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa sebenarnya langkah-langkah untuk mengantisipasi atau pencegahan kebakaran, telah sudah dilakukan. Tetapi, terjadi musibah. Biasalah musibah kan," katanya, Senin (16/1).
Jam kerja yang diterapkan, ujar Bahari, sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Kepmenaketrans Nomor 234 Tahun 2003. Perusahaan migas dapat mengerahkan pekerja saat dini hari.
"Di sektor pertambangan memungkinan diterapkan, tetapi dengan syarat 20 hari bekerja dan 10 hari off," ujar Bahari.
Baca Juga : 7 Bacaleg DPD RI Memiliki Data Dukungan Ganda, KPU Ingatkan Sanksi Pengurangan
Ia pun mengatakan Disnakertrans Provinsi Jambi menghargai PetroChina yang terbuka memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
"Kami sudah melakukan komunikasi termasuk penanganan kasusnya itu, termasuk biaya pengobatan di Jakarta. Ini harus kita hargai," katanya.
PetroChina pun disebut sudah bertanggung jawab kepada para korban dan keluarganya usai kecelakaan di NEB#9, Betara, Tanjung Jabung Barat, Minggu (18/12). Insiden ini mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 4 orang masih menjalani perawatan intensif, dan 2 orang luka yang kini sudah bisa pulang.
"Sudah diberikan BPJS-nya. Kemudian ada program beasiswa untuk anaknya. Di samping itu juga ada gaji pensiun," ujar Bahari.
Begitu juga tanggung jawab terkait kesehatan kepada para korban kebakaran di Tebing Tinggi, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (9/1) malam.
Baca Juga : Uang Rp 3 Juta Disita Sebagai Barang Bukti Kasus Narkoba Ternyata Hasil Kebun, Pemilik Lapor ke Polda Jambi
"Kemarin sudah melakukan kunjungan juga, Minggu (15/1), bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, pihak PetroChina. Kita meninjau TKP. Oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, kami diinstruksikan untik menjaga keselamatan kerja," kata Bahari.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan telah melakukan pemeriksaan pada perusahaan tersebut. Hasilnya, PetroChina dianggap cukup baik dalam menangani kecelakaan
“Tetapi kami juga menyarankan kepada PetroChina untuk lebih meningkatkan kemampuan safety dalam mengatasi permasalahan alat kerjanya,” katanya, Minggu (15/1).
(M Sobar Alfahri)