daerah

Udara Jambi Tak Sehat Imbas Karhutla, Anak-anak Diharuskan Gunakan Masker

Rabu, 6 September 2023 | 18:01 WIB
Anak-anak di Kota Jambi mulai mengenakan masker di tengah kepungan asap karhutla. (Foto: Jambi Line)

Jambi Line - Kota Jambi beberapa hari ini diselimuti kabut asap yang timbul dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Indeks kualitas udara (AQI) kota itu memburuk sehingga tidak sehat khusus bagi kelompok sensitif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, yang merespons fenomena itu, mengharuskan anak-anak mengenakan masker.

"Kita sudah membuat surat edaran sesuai instruksi Pak Wali Kota Jambi, agar semua anak-anak kita mengenakan masker. Sudah kita imbau," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi, Rabu (6/9).

Mulyadi juga mewanti-wanti pihak sekolah agar tidak beraktivitas di luar kelas, serta terus memantau perkembangan cuaca.

"Jika cuaca buruk, tidak melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas," ujarnya.

Baco Jugo: Udara di Jambi Kurang Sehat Imbas Karhutla, BMKG Imbau Pakai Masker

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan jika kondisi udara masuk kategori sangat sangat bahaya, Pemkot Jambi akan meliburkan anak-anak.
Sementara ini, ia hanya meminta pihak sekolah mengharuskan anak-anak menggunakan masker.

"Kalau sudah buruk sekali, yang mana partikel abu sudah kelihatan jelas dan menyerang anak kita, maka akan kita liburkan anak sekolah kita," katanya.

Fasha juga memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Jambi menyetok masker sebanyak mungkin.

"Jika situasi nanti memburuk, sehingga masker bisa kita bagikan pada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi mengungkapkan indeks kualitas udara di Kota Jambi dalam kondisi tidak sehat atau berada di garis kuning. Hasil pengukuran ini dapat dibaca di bmkg.go.id.

Kepala BMKG Jambi, Ibnu Sulityono mengatakan adanya kabut asap di Kota Jambi merupakan akibat karhutla yang terjadi di Provinsi Jambi dan provinsi lain. Asap atau polutan karhutla yang mengepul di bagian selatan terbawa angin sehingga sampai di daerah tersebut.

Baco Jugo: Ternyata Kabut Asap di Jambi Berasal dari Daerah Ini

Meski demikian, jarak pandang atau visibility masih di atas 2.000 meter atau masih aman. Aktivitas penerbangan dan kemaritiman masih bisa dilanjutkan.

"Jadi, meski kabut asap, tidak mengganggu penerbangan," kata

Hari ini, ujar Ibnu, terpantau 11 titik panas yang tersebar di Provinsi Jambi. Sedangkan dari awal Januari hingga 3 September 2023, BMKG Jambi mencatat terdapat 1.301 titik panas.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Jambi berlangsung pada September 2023. Terdapat potensi karhutla dan kabut asap selama itu. Pada dasarian ketiga bulan Oktober 2023 barulah kemungkinan Jambi memasuki musim hujan secara umum.

Ibnu mengimbau pemerintah dan masyarakat terus menerus memantau data yang dimuat BMKG agar bisa mengantisipasi. Masyarakat pun diimbaunya mengenakan masker dan mulai menghemat air.

"Kondisi udara di Jambi kurang sehat. Sehingga masyarakat sudah seharusnya mulai memakai masker. Dan menghadapi puncak kemarau, masyarakat sudah mesti menghemat air," tuturnya.

Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Jambi sepanjang tahun 2023 hingga hari ini mencapai 240 hektare.

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB