daerah

AJI Jambi Berdiskusi dengan Editor Media Massa: Perkuat Informasi Kelompok Marjinal

Sabtu, 16 Desember 2023 | 00:25 WIB
AJI Jambi berkumpul dengan editor media massa untuk menguatkan informasi kelompok marjinal. (Istimewa)

Jambiline.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi menggelar editor meeting dalam rangka memperkuat informasi kelompok marjinal di ruang redaksi. Kegiatan yang terlaksana di Rumah Kito Hotel pada Jumat (15/12) ini, diikuti 10 editor yang berkerja di ruang redaksi media massa, baik skala lokal maupun nasional yang ada di Jambi.

Diskusi dengan tajuk "Editor Meeting: Penguatan Informasi Terhadap Kelompok Marjinal" menjadi sarana berbagi untuk membahas berbagai isu dan pemberitaan kelompok marjinal yang dimuat di media massa. Mengingat editor media massa di ruang redaksi menjadi nakhoda pemberitaan media.

Oleh karena itu, editor, redaktur, redpel, atau pemimpin redaksi (pemred) memiliki peran yang sangat menentukan kebijakan di ruang redaksi untuk memperkuat isu-isu kelompok marjinal, terutama saat ini telah memasuki tahun politik.

Baca Juga: Pemerkosa Anak 13 Tahun di Jambi Divonis 3 Bulan, Ayah Korban Kecewa

"Rapat Redaksi ini salah satu hal yang diperlukan untuk mengingatkan pentingnya pemberitaan media yang berpegang pada kode etik dan melindungi kelompok marginal di media. Oleh karena itu, dukungan dari editor atau pimpinan redaksi sangat menentukan untuk memperkuat informasi terhadap kelompok marjinal ini," kata Sekretaris AJI Jambi Gresi Plasmanto.

Berbagai masukan dalam pertemuan editor ini sangat menentukan. Menurut Gresi, media perlu memberikan suara bagi komunitas yang terpinggirkan serta memastikan bahwa jaminan pada kelompok marginal ini dapat disampaikan secara terbuka.

"Jadi kita (peserta diskusi) dalam pertemuan ini bisa mendapatkan gambaran mengenai perspektif redaksi, dukungan dan kendala yang bertujuan untuk memperkuat informasi terhadap kelompok marjinal," kata Gresi.

Baca Juga: Jelang 2024, Budi Setiawan Blak-blakan Sebut Kriteria Wakilnya di Pilwako

Sementara itu, pemantik diskusi Suwandi dalam pertemuan itu memaparkan berbagai penelitian ihwal pemberitaan kelompok marjinal dan minoritas dari berbagai media di tanah air.

Menurut Wendi--sapaan karib Suwandi, menjelang pemilu saat ini isu marjinal sangat mudah digoreng. Begitu pula dengan hoaks yang meningkat tajam dan tak terbendung. Dan ironisnya para politisi ataupun para calon yang bersaing dalam pemilu itu turut menyuarakan sekaligus mengeksploitasi kebencian terhadap kelompok marjinal.

"Masyarakat ataupun kita yang bekerja di media jangan sampai menjadi ruang gema dan mengamplifikasi pernyataan kebencianan tersebut," ujar Wendi

Di sisi lain, kelompok minoritas memiliki suara yang sangat lemah. Kelompok minoritas ini mendapat begitu banyak perhatian suara, media, dan sokongan. "Karena isu marjinal ini tak mendulang klik. Dan kalau klickbait itu isunya menyudutkan dan stiga," kata Wendi.

Ketua AJI Jambi Ahmad Riki menambahkan, kegiatan ini berbagi baik kendala dan masukan di media dalam memperkuat informasi kelompok marjinal. Riki mengucapkan terima kasih atas kehadiran para editor, pelaksana redaktur dan pemimpin redaksi dalam diskusi tersebut.

"Media atau jurnalis berperan penting untuk melakukan edukasi melalui pemberitaan yang berimbang, netral, dan melakukan tentu melalui verifikasi dan berpegang teguh pada kode etik," demikian Riki.

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB