Jambiline.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) Jambi selama 21 hari bersiaga untuk natal dan tahun baru (nataru) tahun 2024. Kesiapsiagaan ini diawali dengan kegiatan apel dan pengecekan peralatan yang berlangsung di halaman Kantor Basarnas Jambi, Kota Jambi, Senin (18/12).
Sebanyak 100 personel dikerahkan dalam kesiap-siagaan itu, yang tersebar di Kantor SAR Jambi, Kantor SAR Pos Bungo, Kantor SAR Kerinci, Kantor SAR Tungkal, Kantor SAR Nipah Panjang. Mereka bersiaga sejak tanggal 18 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.
"Tentunya, sesuai tugas dan fungsi kami, yang pertama lokasi penerbangan, pelabuhan, serta tempat-tempat wisata," kata Kepala Basarnas Jambi Kornelis, Senin (18/12).
Baca Juga: Tingkatkan Peran dan Partisipasi Perempuan Pemilu 2024, KPU Tebo Gelar Sosialisasi
Kornelis mengatakan tidak ada penambahan personel karena sudah sesuai dengan kebutuhan di Jambi. "Untuk penambahan pasukan tidak ada. Biasanya kita laksanakan ini dengan pos masing-masing di kantor SAR Jambi," ujarnya.
Basarnas Jambi kali ini wanti-wanti adanya kejadian yang tidak diinginkan di Gunung Kerinci setelah bencana erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat beberapa hari yang lalu.
"Untuk pendaki, khususnya di Gunung Kerinci. Gunung Kerinci kita sampai saat ini statusnya level II. Artinya, para pendaki harus berhati-hati," katanya.
Sudah ada 11 personel yang disiapkan di Pos SAR Kerinci. Kornelis berharap para pendaki melapor ke petugas SAR di sana sebelum melakukan pendakian.
Baca Juga: Waspadai Cuaca Ektrem Hingga Malam Ini, BMKG Warning 11 Kabupaten Kota di Jambi
"Tentunya, kami petugas pencarian dan pertolongan, inginkan keselamatan dan kami ingin juga mengetahui jumlah pendaki. Sehingga kami bisa mengetahui jumlah pendaki yang datang."
"Seyogyanya, mereka harus memberikan laporan tentang berapa orang yang melakukan pendakian. Terus, berapa lama mereka melakukan pendakian. Sehingga kami bisa mengecek mereka masih di atas atau sudah turun," kata Kornelis.
Perlu diketahui, pendakian Gunung Kerinci, Jambi, dibatasi usai bencana erupsi Gunung Marapi. Pengunjung dan masyarakat setempat hanya boleh mendaki gunung tertinggi di Sumatera itu sampai shelter II.
Pembatasan ini tertuang dalam surat pengumuman PG1304/T.1/BIDTEK/KSA/12/2023, yang ditandatangani oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Haidir. Berlaku sejak Jumat (8/12) sampai waktu yang belum ditentukan.
Salah satu pertimbangannya ialah kejadian erupsi Gunung Marapi pada 3 Desember lalu tidak didahului peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.