Jambiline.com - Masyarakat adat Talang Mamak Jambi berhenti masuk hutan sementara waktu demi mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Mereka menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) di balai adat, Dusun, Semerantihan, Desa Suo-suo, Tebo, Jambi, Rabu (14/2).
"Ke hutan cari kemenyan, jernang (biasanya). Berhenti, untuk memilih," ujar Omak (panggilan orang tua perempuan) Tasea.
Tasea saat itu membawa tas berbahan kain yang berisikan pinang, sirih, kemenyan, dan sebagainya. Ia pun mengaku sudah mengetahui siapa presiden yang dipilihnya.
Baca Juga: Lewati Jalur Gajah: Perjuangan Antar Logistik Pemilu untuk Masyarakat Adat di Hutan Jambi
Pemuda Talang Mamak, Kindok (30) mengatakan antusiasme masyarakat adat ini cukup besar untuk mengikuti Pemilu 2024. Ia berharap pemerintah dan dewan yang terpilih nantinya bisa memperhatikan nasib masyarakat adat Talang Mamak.
"Harapannya, siapa pun presiden yang terpilih nanti, tolong Talang Mamak diperhatikan," ujarnya.
Hasil Perhitungan Suara di TPS
Petugas penyelenggara Pemilu 2024 di permukiman Talang Mamak langsung menghitung suara yang didapatkan.
Sesuai hasil perhitungan yang tertulis dan ditempelkan di dinding, pasangan calon (paslon) nomor urut 01 memperoleh 17 suara, paslon nomor urut 02 meraih 56 suara, dan paslon nomor urut 03 mendapatkan 13 suara.
Lalu, suara yang tidak sah dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, berjumlah delapan surat.
Daftar pemilih tetap (DPT) Dusun Semerantihan, permukiman Talang Mamak, berjumlah 128 orang, yakni 71 laki-laki dan 57 perempuan. Sedangkan keluarga yang tercatat berjumlah 54 KK.
Baca Juga: Tingkatkan Partisipan Pemilu 2024, Edi Purwanto Sebut Golput Rugikan Demokrasi
Masyarakat Talang Mamak merupakan suku keturunan Melayu tua. Kehidupan mereka berlangsung dengan berladang, berburu, dan mencari buah-buahan hasil hutan.
Hasil panen yang diperoleh masyarakat adat ini, biasanya dijual ke masyarakat desa. Mereka telah mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan dari PT ABT, perusahaan restorasi ekosistem.