daerah

AJI Jambi Gelar Workshop Meliput Isu Lingkungan, Inklusif untuk Kaum Difabel

Minggu, 3 Maret 2024 | 11:26 WIB
AJI Jambi mengadakan workshop yang diikuti para mahasiswa, jurnalis, dan dosen. (Sobar Alfahri)

Jambiline.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi menggelar workshop meliput isu lingkungan dalam rangkaian Konferensi Kota (Konferta) ke-V AJI Jambi yang berlangsung di Gedung Mahligai, Telanaipura, Kota Jambi, Sabtu (2/3/2024). Ada tiga pembahasan pokok dalam lokakarya tersebut, yaitu krisis iklim, perdagangan karbon, dan pertanian.

Para pemateri dalam kegiatan ini antara lain Koordinator Program KKI Warsi Ade Chandra, Manajer Kajian dan Penguatan Informasi Walhi Jambi Dwi Nanto, dan Sustainable Rubber Program Setara Jambi Rachmat Fauzan.

Puluhan mahasiswa, sejumlah dosen, dan jurnalis, yang hadir dalam kegiatan itu memahami lebih lanjut tentang bahayanya perubahan iklim dan bagaimana memitigasinya. Tidak hanya itu, para peserta juga mengenal kejahatan lingkungan yang memperparah laju perubahan iklim.

“Krisis iklim ini sangat krusial. Dampak deforestasi dari lahan gambut yang luasnya besar, pertambangan ilegal, semua itu berdampak pada laju perubahan iklim. Lalu, permukaan air naik,” kata Ketua AJI Jambi periode 2021-2024, Ahmad Riki Sufrian.

Baca Juga: Ibu di Jambi Melahirkan Bayi Kembar Siam, Perawatan Intensif Terkendala Biaya

Riki mengatakan salah satu dampak perubahan iklim adalah musim dan instalasi udara tidak dapat diprediksi lagi. Imbasnya, para petani dan warga yang tinggal di wilayah pesisir mengalami kesulitan.

“ Kalau dulu air naek, itu bisa diprediksi kapan. Bulan Desember misalnya. Sehingga para petani bisa mengetahui kapan harus menanam dan kapan harus memanen,” katanya.

Ia berharap para peserta workshop ini dapat memiliki pengetahuan mendalam terkait masalah lingkungan dan perubahan iklim. Sehingga pelajar dan maha bisasiswi lebih kritis lagi serta ke depan bisa memperjuangkan kelestarian lingkungan.

“Kita berharap juga presiden terpilih nanti, bisa memperhatikan isu lingkungan. Kita pun berharap Indonesia masih menjadi paru-paru dunia,” ujar Riki.

Baca Juga: Pemprov Jambi Dorong Kemajuan Pencak Silat, Abdullah Sani : Warisan Budaya Tak Benda yang Membanggakan Indonesia

Workshop yang digelar AJI Jambi ini inklusif untuk masyarakat minoritas karena melibatkan Yayasan Teman Kecil, perkumpulan kaum penyandang disabilitas di Ambung Harsa, Jelutung, Kota Jambi. Yayasan ini mensosialisasikan apa saja yang sudah mereka lakukan di hadapan para peserta workshop.

“Ambung Harsa adalah rumah kebahagiaan kaum penyandang disabilitas. Rumah ini merangkul kaum penyandang disabilitas di Jambi,” kata Nabil, anggota Yayasan Teman Kecil.

Di Ambung Harsa, ujar Nabil, para kaum penyandang disabilitas diberdayakan dengan menghasilkan berbagai produk termasuk kerajinan tangan. Yayasan Teman Kecil membuktikan bahwa kaum disabilitas dapat menghasilkan karya walaupun memiliki keterbatasan fisik.

“Jangan lihat kami dari fisik. Tapi lihatlah karya kami. Misalnya batik, souvenir, dan sebagainya. Kami juga menghasilkan kopi,” katanya.

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB