daerah

Tekan Inflasi, BI Jambi Jaga Sinergisitas dengan Pemerintah dan Satgas Pangan

Sabtu, 6 April 2024 | 20:27 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)

Jambiline.com - Jambi diperkirakan akan kembali mengalami inflasi seiring peningkatan konsumsi rumah tangga pada hari libur panjang HBKN Idul Fitri 2024, serta masih berlanjutnya penyesuaian harga rokok akibat peningkatan tarif cukai hasil tembakau (CHT).

Selain itu, inflasi juga diprediksi terjadi seiring peningkatan permintaan komoditas Angkutan Udara dan Angkutan Darat Antar Kota Antar Provinsi seiring dengan peningkatan permintaan masyaratkat dr tren mudik dan balik pada momentum HBKN Idul Fitri 2024.

"Dalam rangka memitigasi risiko tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi terus melanjutkan sinergisitas dengan pemerintah daerah melalui TPID dan Tim Satgas Pangan serta melanjutkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Pangan Murah (Murah) serentak untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan , kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif terkait perkembangan inflasi,” kata Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Robby Fathir Nashary.

Baca Juga: Truk Batu Bara Dilarang Lewat Jalan Nasional Jambi: Lalu Lintas Lengang

Merujuk rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Badan Pusat Statistik (BPS), secara bulanan Inflasi Provinsi Jambi pada Bulan Maret 2024 mengalami inflasi sebesar 0,54% (mtm).

Secara tahunan Provinsi Jambi tercatat mengalami inflasi sebesar 3,84% (yoy). Perkembangan tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,52% (mtm) dan laju inflasi nasional sebesar 3,05% (yoy). Berdasarkan komoditasnya, jenis barang/jasa yang mendorong inflasi disumbangkan oleh ikan serai, kentang, bawang merah, daging ayam ras dan bawang putih. 

Peningkatan harga ikan serai diindikasi terjadi karena faktor cuaca buruk di perairan laut Kuala Tungkal sehingga berpengaruh terhadap pasokan ke paar Kota Jambi dan menyebabkan harga naik dan juga seiring permintaan konsumsi yang tinggi karena momen Ramdhan dan HKBN Idul Fitri 2024. Di Kerinci, jalur distribusi ikan serai dari Sumatera Barat terkendala banjir yang melanda daerah pemasok.

Baca Juga: Demi Kelancaran Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 1445 H, Aktivitas Mobilisasi Angkutan Batu bara Dihentikan Sementara

Lebih lanjut, peningkatan harga kentang didorong oleh berkurangnya pasokan komoditas sehubungan dengan kondisi cuaca hari ini yang menyebabkan penurunan produksi kentang di daerah pemasok (Kabupaten Kerinci). Peningkatan harga daging ayam ras mendorong kenaikan harga jagung pipil sebagai bahan baku pakan utama ayam pedaging dan peningkatan harga komoditas daging ayam ras dari daerah pemasok (Sumatera Barat). Meningkatnya harga bawang putih karena didorong tingginya permintaan di masyarakat dan naiknya harga komoditas impor dari Tiongkok yang diindikasi mengalami pergeseran masa panen ke Bulan Mei-Juni.

Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga beras, angkutan udara, tomat, wortel dan vitamin. Penurunan harga beras mengindikasikan terjadi sejalan dengan penurunan harga gabah di petani seiring dengan mulai masuknya masa panen padi di sejumlah daerah penghasil seperti Jawa Timur dan Jawa Barat.

Rincian perkembangan inflasi di Provinsi Jambi adalah sebagai berikut:

 

Kota Jambi:

Bulanan: inflasi 0,28% (mtm)

Tahun Berjalan: inflasi 1,21% (ytd)

Halaman:

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB