Jambiline.com - Penjabat (Pj) Bupati Kerinci, Asraf hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Penanganan Banjir Sungai Batang Merao setelah banjir Januari 2024.
Acara tersebut diadakan di Hotel Aston pada Selasa (07/05/2024) dan dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Turut hadir Wali Kota Sungai Penuh, Ahmadi Zubir, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Dalam paparannya, Pj Bupati Kerinci menyebutkan bahwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kerinci pada Desember 2023 disebabkan oleh tingginya curah hujan di beberapa titik, yang mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Merao dan anak-anak sungainya.
Kerugian total akibat bencana tersebut, termasuk infrastruktur, lahan pertanian, dan kesehatan masyarakat, mencapai Rp896.441.382.504.
Untuk mengatasi dampak pasca banjir, pemerintah Kabupaten Kerinci telah membentuk Tim Pengkajian kebutuhan banjir dan longsor.
Pj Bupati Kerinci juga menyoroti langkah-langkah yang perlu diambil di Sungai Batang Merao, seperti normalisasi sepanjang sungai, pembangunan struktur penahan seperti turap, talud, dan bronjong di tebing sungai yang rawan longsor, serta normalisasi Danau Kerinci.
Sementara itu, dalam sambutan Wagub Sani menekankan bahwa penanganan banjir memerlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Wagub berharap masukan dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan para pakar dapat menghasilkan solusi untuk mengelola ekosistem dan mengurangi dampak bencana di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.