Jambiline.com - Seleksi PPPK kali ini di Kabupaten Merangin, tampaknya kembali menuai kritikan dari sejumlah pihak di Bumi Tali Undang Tambang Teliti itu.
Tak tinggal diam, kali ini Gerakan Mahasiswa Merangin (GMM) Jambi yang menyoroti proses seleksi PPPK ini.
Betapa tidak, GMM Jambi menilai banyak pertanyaan yang perlu dipertanyakan saat proses seleksi PPPK di Merangin tersebut.
Baca Juga: Pjs Gubernur Jambi Apresiasi Kesiapan Pemkab Tebo Jelang Pilkada Serentak 2024
Tak ayal, GMM Jambi pun tak main-main dan bakal gelar aksi di Polda Jambi.
Seperti yang dikatakan Fadel Muhammad Sabirin, selaku Ketua GMM Jambi pada wartawan, Jumat (01/11/2024).
Dirinya mengatakan, bahwa belakangan ini sejumlah kejanggalan soal seleksi PPPK ini terus mencuat ke publik, khususnya di Kabupaten Merangin.
Dugaan permainan data, hingga aturan kini pelan-pelan sampai ke masyarakat. Hal ini pun menjadi alasan GMM Jambi, mempertanyakan seleksi PPPK tersebut.
"Kita tidak boleh diam dengan kejadian ini. Ada ratusan nasib honorer yang seharusnya mendapatkan kesempatan, malah yang honorer baru lolos database," kecam Fadel.
Ratusan honorer dari RSUD Kolonel Abundjani, Dukcapil Merangin dan Dinas PUPR tak lolos dalam seleksi PPPK 2024. Para honorer itu telah bekerja belasan tahun, tak masuk database.
Baca Juga: Luminor Hotel Jambi Tawarkan Paket Meeting dan Acara Spesial dengan Fasilitas Lengkap
Bilangnya, justru honorer baru angkatan 2021, yang terdata dalam pangkalan data BKN.
Terbaru, munculnya data Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bisa-bisanya masuk database.