Sabtu, 18 April 2026

Dinilai Menyulitkan, Cabor Tolak Penempatan Dana Olahraga Prestasi di Dispora

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 14:31 WIB

Pengurus KONI kabupaten,kota dan pengprov cabor Jambi saat mengikuti Rakeprov KONI Provinsi Jambi tahun 2022
Pengurus KONI kabupaten,kota dan pengprov cabor Jambi saat mengikuti Rakeprov KONI Provinsi Jambi tahun 2022

Jambiline.com – Para pengurus cabang olahraga (cabor) di Provinsi Jambi dibuat gerah dengan ulah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diduga ngotot ingin tetap menempatkan dana pembinaan olahraga prestasi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi.

Tak hanya itu, pengajuan dana pembinaan olahraga tahun 2023, yang semula diusulkan oleh KONI Provinsi Jambi ke pemerintah sebesar Rp27 miliar, namun berubah menjadi Rp7,5 miliar yang diajukan oleh TPAD ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi.

“Yang jelas masuk dalam KUA-PPAS adalah anggaran KONI di angka Rp7,5 miliar,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Fadli Sudria, beberapa hari lalu.

Baca Juga : Dispora Sebut TAPD dan DPRD Enggan Setujui Dana Hibah Olahraga Diberikan ke KONI Provinsi Jambi

Carut marutnya persiapan anggaran dana pembinaan olahraga prestasi tahun 2023 ini mendapat reaksi keras dari sejumlah pengurus cabor, seperti halnya ketua pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jambi, Cecep Suryana.

Cecep menyebutkan, bahwa pemerintah terkesan mengesampingkan upaya pembinaan cabang olahraga prestasi di Provinsi Jambi.

“Kesimpulan kami insan olahraga ini, bahwa perhatian pemerintah pada cabang olahraga memang belum menjadi prioritas utama sepertinya, dan cabor yang dikorbankan. Kalau Dispora begini, DPRD begini, KONI begitu, artinya memang belum ada kekompakan antar pemegang kebijakan ini,” tutur Cecep, Jum’at (28/10).

Baca Juga : Pernah Ditolak Saat Mengajukan Anggaran Kejurnas, POSSI Jambi Minta TAPD Kaji Ulang Penempatan Dana Cabor

Ia menyebutkan, penempatan dana olahraga prestasi di Dispora hanya akan merugikan cabor.

“Misalnya Dispora ingin mengelola keuangan, motifnya apa kalau Dispora ingin mengelola keuangan keolahragaan, sementara kita cabor sangat dirugikan oleh birokrasi keuangan yang dikelola oleh Dispora.

“Ini misalnya tahun 2022 ini cabor mau melaksanakan kegiatan Kejurprov kita tanggulangi dulu ini. Setelah kita laksanakan sudah itu kita laporkan baru kita klaim, dan proses pengklaimnya ini juga sangat birokratisasi sekali,” ujarnya.



Cecep mengatakan, mentalitas birokrasi saat ini tidak sejalan dengan semangat atlet berbenah untuk berprestasi. Ia secara tegas menolak dana olahraga prestasi dikelola oleh Dispora.

Baca Juga : Buka Kejurprov Judo 2022, Budi Harap Terjaring Atlet Potensial

“Misalkan ke depan pengelolaan keuangan olahraga ini dikelola oleh Dispora kita tidak setuju. Udahlah di hibahkan pada KONI. Karena beda ya mata anggaran DPA dengan hibah. Kalau hibah itu lentur, tapi kalaw termaktub dalam DPA itu kakunya luar biasa, lebih ribet,makanya kembalikan saja pada KONI,” sebutnya.

Keberatan ini juga disampaikan oleh ketua Pengprov POSSI Jambi, Asari Syafii. Ia menyebutkan bahwa penempatan dana pembinaan olahraga prestasi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) hanya akan menyulitkan cabor.

“Saya tahu persis sulit dan rumitnya kalau anggaran itu berada di Dispora, karena berkaitan tentang akselerasi kegiatan cabor-cabor, itu problemnya,” kata Asari.

Dijelaskannya, saat dana cabor dikelolah oleh Dispora, maka Dispora tidak bisa mengambil sebuah diskresi yang bersifat antisipatif saat cabor membutuhkan dana cepat.

Baca Juga : Terima Tamu Tak Dikenal, Pasutri di Tanjab Timur Dihajar Perampok

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jambi, Rudi Yanto.

Menurutnya, selama dikelola Dispora, FORKI mengalami sejumlah kendala. Terutama dalam proses pengajuan anggaran untuk peningkatan prestasi.

“Harus minta rekomendasi ke KONI baru ke Dispora. Untuk gampang kepengurusan memang lebih baik ke KONI, karena KONI induk dari cabor, kalau di Dispora administrasinya juga ribet” sebutnya.



Kendala yang sama juga dihadapi oleh cabor Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jambi, saat ini PODSI Jambi harus menanggulangi terlebih dahulu untuk melakukan Kejurprov 2022 lantaran belum keluarnya dan dari Dispora.

Baca Juga : Tajak Sumur Sedalam 2.592 FTMD di Jawa Timur, Pertamina EP Temukan Cadangan Gas

“Untuk Kejurprov ini mau tidak mau menanggulangi dulu. Kita saat ini memakai dana talangan dulu,” kata ketua PODSI Jambi, Hasan Mabruri.

Pria yang akrab disapa bang Bohok ini meminta, agar peruntukan dana olahraga prestasi tahun 2023 dapat dipersiapkan secara matang, dan dipergunakan dengan baik demi tercapainya prestasi olahraga Jambi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Terkini

X