Jambiline.com – Sejumlah atlet Jambi mengungkapkan kekecewaan terhadap pemerintah Provinsi Jambi yang dinilai belum sejalan dan tidak kompak dalam memajukan olahraga Jambi.
Sebelumnya Gubernur Jambi memberikan angin segar bahwa dana pembinaan olahraga prestasi tahun 2023 akan diberikan tidak kurang dari Rp20 miliar.
Namun kenyataanya, berdasarkan bocoran dari DPRD Provinsi Jambi, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya menyodorkan sebesar Rp7,5 miliar.
Baca Juga : Dinilai Menyulitkan, Cabor Tolak Penempatan Dana Olahraga Prestasi di Dispora
“Ya hari ini jangankan 20 miliar, lebih daripada itu kalau memang eksekutif mengajukan uangnya ada, kenapa tidak. Hari ini yang disodorkan ke dewan cuma 7,5 Miliar, anggarannya cuma segitu itu yang kita terima, itu yang kita bahas," kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Fadli Sudria beberapa waktu lalu.
Carut marutnya soal penentuan anggaran pembinaan olahraga ini disesalkan oleh insan olahraga Jambi.
"Sedih bacanya, padahal gubernur kemarin sudah bilang sewaktu Haornas, anggaran pembinaan olahraga 20 miliar," ujar atlet angkat besi M Rifyi.
Peraih medali emas PON XXI Papua 2021 ini juga mengungkapkan rasa kekhawatirnya, jika perhitungan anggaran tidak matang, justru akan menyulitkan proses pembinaan jangka panjang atlet dalam menghadapi berbagai event olahraga di tahun 2023.
Baca Juga : Pernah Ditolak Saat Mengajukan Anggaran Kejurnas, POSSI Jambi Minta TAPD Kaji Ulang Penempatan Dana Cabor
“Takut bakal tidak ada pembinaan yang sesuai harapan. Terus event seperti Porprov, apalagi kami angkat besi tahun depan sudah mulai Pra-PON,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh atlet Wushu Jambi, Melisa Try Andani, ia menyampaikan, jika pemerintah Provinsi Jambi menganggap sepele pembinaan olahraga di tahun 2023, maka jangan berharap atlet prestasi di PON 2024.
“Jadi jangan salahkan atlet bisa pindah ke provinsi lain yang lebih menjanjikan untuk kemajuan prestasi atlet. Lebih memperhatikan atlet untuk masa depan, bukan hanya janji. Karena dengan uang pembinaan apa atlet bisa untuk vitamin yang layak ,untuk biaya kesehatan atau cidera,” tuturnya.
Baca Juga : Dispora Sebut TAPD dan DPRD Enggan Setujui Dana Hibah Olahraga Diberikan ke KONI Provinsi Jambi
Peraih emas pertama PON XX Papua ini juga mengungkapkan sejumlah kesulitan yang mereka hadapi saat mengurus hak insentif dan bonus olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Ada bertiga bonus Sea Games yang dijanjikan belum kami terima, satu orang Rp2,5 juta. Yang ada disuruh ke Dispora opor ke gubernur, opor lagi Dispora,” tuturnya.
Ia berharap, pemerintah Provinsi Jambi dapat mempertimbangkan kembali soal pengalokasian dana olahraga, dan hak-hak yang mereka terima, termasuk janji pekerjaan untuk atlet berprestasi.***