olahraga

Guardiola Beberkan Kesulitan Man City di Tengah Bursa Transfer Januari: Kami Butuh Bantuan

Senin, 13 Januari 2025 | 05:55 WIB
Kendala Pep Guardiola di bursa transfer (IG/@mancity)

Jambiline.com - Manchester City kabarnya mengincar siap menyegel kesepakatan besar untuk bek Lens Abdukodir Khusanov di bursa transfer Januari.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa Man City telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Abdukodir Khusanov.

Selain itu, The Athletic juga menunjukkan minat besar kepada Abdukodir Khusanov dan siap membayar sekitar €40 juta (Rp1 triliun).

Sementara, manajer Lens Pierre Dreossi mengonfirmasi, Abdukodir Khusanov akan hengkang pada awal bulan ini.

Baca Juga: 5 Mantan Bintang Old Trafford Ungkap Tidak Suka dengan Man Utd, Kecuali Leny Yoro: Sekarang Saya Mengerti

“Khusanov akan pergi, [tetapi] belum ada tawaran yang bagus. Akan ada pemain yang pergi dan datang," kata Pierre Dreossi, dikutip Jambiline.com dari All Football App, pada Senin, 13 Januari 2025.

Adapun, jika Khusanov memang akan pindah, Lens berharap ada tawaran yang lebih menarik untuk menambah biaya tim.

"Kami akan memiliki lebih dari cukup pemain berkualitas untuk lolos ke Eropa. Jika dia benar-benar pergi dan jika tawarannya cukup menarik, yang terpenting adalah menemukan keseimbangan ekonomi," jelasnya.

Khusanov mungkin bukan satu-satunya pemain yang didatangkan City pada bulan Januari ini.

Man City juga dikaitkan dengan bek Palmeiras Vitor Reis dan kabarnya tawaran untuk remaja tersebut telah diterima.

Nampaknya, dua pemain baru yang datang untuk posisi bek tengah akan sesuai dengan keinginan Pep Guardiola.

Selain dua bek itu, Man City memiliki dua transfer lagi yang sedang direncanakan.

Gelandang Man City yang sempat alami cedera, kini telah pulih kembali, namun Pep mengaku tetap butuh pemain lain untuk memperkuat skuadnya.

"Kevin [de Bruyne] sudah kembali tetapi kami butuh lebih banyak pemain di lini tengah dan empat bek, kami kesulitan dengan bek sayap dan bek tengah," kata Pep Guardiola.

Halaman:

Tags

Terkini