Jambiline.com - Jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Merangin pada Pilkada serentak 2024 mendatang, beredar isu soal Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Merangin, Khafid Moein yang kabarnya akan pindah atau bergabung ke PKB.
Sontak isu ini pun membuat heboh dunia politik di Kabupaten Merangin, terlebih di kalangan PDI Perjuangan.
Meluasnya isu kabar bergabung Khafid Moein ke PKB, mencuat pula kekecewaan dari kader PDIP hingga ke ranting PAC PDIP Merangin. Hal ini makin meluas, diduga lantaran tak ada rapat konsolidasi yang digelar PDIP.
Baca Juga: Pentingnya Berbicara dengan Substansi Bukan dengan Retorika Kosong
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Merangin, Khafid Moein membantah kabar pindah atau bergabung nya dirinya ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Merangin.
Dirinya menganggap kabar perpindahannya tersebut merupakan permainan politik, dimana apapun bisa terjadi jelang Pilkada seperti sekarang ini.
"Itu kan cuma isu, apalagi jelang Pilkada isu apapun bisa berkembang. Saya pun bisa juga membuat isu, misalkan si A mau maju di jadi Gubernur berpasangan dengan si B. Itu kan bisa saja terjadi," kata Khafid pada Jambiline.com, Kamis (18/07/2024).
Selanjutnya, mengenai kabar kekecewaan PAC PDIP Merangin terkait rapat konsolidasi yang beredar saat ini, Khafid pun angkat bicara.
Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024 itu mengatakan, bahwa dirinya memang belum melaksanakan rapat konsolidasi, mengingat dukungan atau rekomendasi PDIP pun belum diumumkan oleh DPP PDIP.
"Soal rapat konsolidasi, kan PDIP belum memberikan rekomendasi dukungan di Pilbup. Kan ada 4 nama yang mendaftar, tentu rekomendasi ini akan diberikan kepada salah satu nama dari 4 ini. Nah dalam rekomendasi itu ada salah satu bunyinya dilakukan konsolidasi, jadi kalau saya mengadakan konsolidasi, tau-tau rekomendasi ke Agus Purnomo, ya percuma saja kan," terangnya.
Baca Juga: Cukup dengan Rp32 Jutaan, Anda Bisa Bawa Pulang NMAX Terbaru
Khafid juga mengaku legowo dengan dukungan PDIP di Pilbup Merangin ini, apapun keputusan dari PDIP dirinya siap menerimanya.
"Kalau saya sih legowo PDIP mau dukung siapa. Kita tetap usaha yang terbaik, tapi apapun keputusannya nanti, kita serahkan kepada partai. Kader yang baik itu seperti itu, tidak memaksakan kehendak." Imbuhnya.