Menurut Analis Politik dan Kebijakan UNH itu, berkemungkinan nanti bisa mengerucut menjadi dua pasang.
Baca Juga: Kolaborasi Kementerian Kesehatan, KPK, BPKP dan BPJS Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanganan Fraud
"Tapi kalau kita melihat dinamika hari ini, bisa-bisa mengerucut jadi dua calon. Karena kita lihat sudah semakin mengokohkan posisinya dengan dukungan dari sejumlah partai politik." Terangnya.
Direktur Eksekutif Public Trust Institute (PUTIN) itu melihat, dukungan partai politik untuk Maulana akan semakin bertambah sehingga membuat calon lain tak kebagian.
"Ini juga nantinya akan berkemungkinan akan bertambah. Sementara Budi juga baru mendapat rekomendasi resmi dari PPP, serta golkar yang baru berupa surat tugas. Sedangkan HAR tidak ada pergerakan sama sekali, dimana hingga hari ini belum mendapatkan perahu. NasDem yg merupakan rumahnya, juga belum ada kepastian." Jelasnya.
Baca Juga: Kolaborasi Kementerian Kesehatan, KPK, BPKP dan BPJS Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanganan Fraud
Dari kondisi dinamika politik tersebut, Pahrudi menyebut bakal ada kemungkinan mengerucut menjadi dua pasang calon di Pilwako Jambi mendatang. Kemungkinan Duel Budi dan Maulana semakin kuat.