Jambiline.com - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto targetkan angka fantastistis untuk persentase kemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Al Haris-Abdullah Sani (Haris-Sani) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2024 ini.
Hal tersebut disampaikan Edi Purwanto, saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakedasus) PDI Perjuangan (PDIP), di DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi pada Kamis (19/09/2024).
Mulanya, Edi mengingatkan seluruh pengurus dan kader PDIP se-Provinsi Jambi untuk tegak lurus terhadap keputuasan dan perintah partai di Pilkada serentak di Provinsi Jambi tahun 2024.
Baca Juga: Malam Ini Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kota Jambi Diumumkan, Cek di Link Berikut
"Seluruh pengurus dan kader PDIP di Provinsi Jambi harus tegak lurus dan patuh terhadap keputusan partai, serta patuh terhadap perintah Ketua Umum PDIP ibuk Megawati Soekarno Putri." Kata Edi di hadapan seluruh pengurus dan kader yang hadir dalam Rakerdasus tersebut.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pengurus dan kader PDIP se-Provinsi Jambi untuk tegak lurus untuk memenangkan calon yang diusung oleh PDIP.
"Tidak ada tolerir bagi pengurus dan kader PDIP, untuk mendukung dan memengkan para calon yang diusung PDIP di Pilkada 2024 ini." Ungkapnya.
Baca Juga: Ngeri, Dewan Kehormatan IWO Tebo Nyaris Dikeroyok Pelangsir dan Petugas SPBU Sijunjung
Selanjutnya Edi juga menyebut bahwa saat ini hasil Survei kandidat yang diusung oleh PDIP di Pilgub Jambi 2024, yakni Haris-Sani sebesar 60 persen.
"Saat ini memang survei kita memang tinggi sebanyak 60 persen, tapi kita akan terus berjuang hingha hari H nanti," tuturnya.
Tak tanggung-tanggunh secara Blak-blakan, Edi menargerkan jumlah persentase yang fantastis untuk kemenangan Haris-Sani, di Pilgub Jambi 2024 dengan jumlah kemenangan 80 persen.
Baca Juga: Lifter Jambi, Abdul Latif Manna Raih Medali Perunggu Angkat Berat PON 2024 Aceh-Sumut
"Akan tetapi untuk kemengan di Pilgub Jambi nanti, kita harus target menang 80 persen." Tuturnya.
Betapa tidak, ia menyebutkan bahwa jika PDIP sudah bergerak dalam memenangkan calon yang diusung PDIP, itu lupa pulang. Dengan istilah kata, pergi pagi sampai pagi.