Sabtu, 18 April 2026

Sumber Air Warga Sungai Telang Rusak Imbas Penambangan Emas Ilegal

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:26 WIB

Potret kerusakan sungai imbas penambangan emas ilegal di Dusun Dungai Telang, Jambi. (Foto: Jambi Line) (Jambi Line)
Potret kerusakan sungai imbas penambangan emas ilegal di Dusun Dungai Telang, Jambi. (Foto: Jambi Line) (Jambi Line)

Jambiline.com - Sumber air warga Dusun Sungai Telang, Kecamatan Batin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi, rusak imbas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI).

Warga kesulitan mendapatkan air bersih sejak kerusakan lingkungan itu. Mereka terpaksa menggunakan air terkontaminasi di sungai.

Sedangkan sebagian warga yang tergolong mampu, terpaksa membeli air galon.

Padahal, masyarakat sebelumnya tidak sulit memperoleh air yang yang jernih. Mereka hanya berjalan beberapa langkah untuk memenuhi kebutuhan itu.

"Sungai mengalami kerusakan. Warga masih gunakan airnya, padahal kayak berwarna gitu," kata Zulfikri, salah satu pemuda Dusun Sungai Telang, Sabtu (10/2).

Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrim Hingga Malam Ini di Jambi, BMKG Imbau 11 Daerah Berikut

Warga juga meyakini bahwa banjir yang terjadi belakangan ini juga disebabkan sungai di sana mengalami kerusakan.

"Banjir di Bungo juga karena sungai di sini rusak. Terjadi banjir bandang sampai ke rumah masyarakat," kata Fikri.

Ia pun mengatakan PETI masuk ke Sungai Telang sejak pertengahan tahun 2022. Pemerintah setempat sempat memberikan peringatan. Bahkan, aparat penegak hukum sudah menangkap penambang emas liar di sana.

Baca Juga: Puluhan Hektare Sawah di Jambi Gagal Panen Imbas El Nino

Namun, peringatan dan penangkapan itu tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Penambangan emas liar di sana masih saja beroperasi.

Kondisi ini memicu masyarakat melancarkan aksi unjuk rasa beberapa kali. "Sudah berkali-kali masyarakat demo, tapi PETI masih ada. Pelaku kebanyakan orang luar," ujar Fikri.

Lalu, pada tanggal 5 Januari 2024, para pemuda, pemerintah setempat, dan KPHP Unit II dan III Bungo, bermediasi untuk mengatasi permasalahan ini. Namun, Lagi-lagi belum menemukan titik terang.

Fikri mengatakan para pemuda dan mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus, akan kembali melakukan audiensi yang disusul aksi unjuk rasa.

Selain itu, Forum Komunikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Bukit Panjang Rantau Bayur (FK-PHBM) yang didampingi KKI Warsi sudah melaporkan ini ke GAKKUM KLHK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Sumber: Jambiline.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X