Titik lokasi PETI itu ternyata berada dekat dengan kawasan hutan desa dan berjarak bekisar 200 meter dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
"Kita melaporkan sudah dua minggu lalu. Kita berharap Gakkum KLHK segera menurunkan tim untuk memeriksa lokasi ini. Jangan lama-lama, nanti terjadi deforestasi lebih lanjut," kata Stakeholder Engagement Specialis KKI Warsi, Agus Sumarli.
Sejak adanya PETI itu, kata Agus, air sungai di sana berwarna cokelat. "Padahal di sana masyarakat mandi dan mencuci," kata Agus.
"Kami sudah melaporkan ke Balai TNKS, karena belum masuk, mereka tidak bisa bertindak. Tapi, kalau sudah masuk wilayah TNKS, tidak perlu Gakkum KLHK, balai bisa bertindak. Tapi, ini bisa berlanjut ke deforestasi," ujar Agus.
Artikel Terkait
Antisipasi Banjir Saat Hari, KPU Kota Jambi Lakukan Pemetaan Antisipasi Banjir di TPS
Minggu Kedua Februari 2024 Harga Sawit di Jambi Turun, Berikut Rinciannya
Cukup Membantu Warga di Jambi, Ketua LPKNI Uraikan Program Jaminan Sosial Bersama BPJS Ketenagakerjaan
Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2024, Budi Setiawan: Peran Pers Penting Bagi Kemajuan Bangsa
Waspadai Cuaca Ekstrim Hingga Malam Ini di Jambi, BMKG Imbau Sejumlah Daerah Berikut