Jambiline.com - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Meranti Rawa beberapa waktu lalu mengunjungi Mangrove Pangkal Babu yang berada di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Mereka belajar bagaimana mengelola ekowisata yang hasilnya akan diterapkan di kawasan Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh, Desa Pematang Rahim, Tanjung Jabung Timur.
Dalam kegiatan ini, hadir Ketua Pokdarwis Meranti Rawa A Fauzi, Ketua Pokdarwis Pangkal Babu Hatta, Fasilitator KKI Warsi Desa Pematang Rahim bernama Helen Silalahi, Fasilitator KKI Warsi Desa Tungkal I Pangkal Babu Afifah Tanjung, Stakeholder Engagement Specialis KKI Warsi, Agus Sumarli, hingga para mahasiswa yang magang di sana.
Baca Juga: SEKDA Muaro Jambi, Budhi Hartono Hadiri Pelantikan Direktur Baru PT Bank Pembangunan Daerah Jambi
Pokdarwis Meranti Rawa melihat perkembangan ekowisata di sana, Jumat (23/2). Terdapat akses jalan berupa susunan kayu yang sampai di ujung pantai, sehingga pengunjung dapat menulusuri rindangnya pepohonan bakau dan melihat laut. Tidak hanya itu, terdapat beberapa pondok untuk pengunjung beristirahat sambil menikmati suasana tepi laut.
Menariknya, di sekitar Wisata Mangrove Pangkal Babu, juga terdapat sekelompok perempuan perajin batik. Mereka menuangkan keasrian mangrove melalui kain tersebut. Motif kain batik yang dibuat mereka, seperti kepiting bakau, burung bangau, pohon bakau, dan lain sebagainya.
“Pengelolaan dan ekowisata Mangrove Pangkal Babu sudah lebih maju. Telah dibangun jalan sampai di ujung sehingga bisa melihat laut lepas. Pengunjungnya sudah lumayan banyak. Pendapatan luar biasa mereka mempercantik wisata agar orang-orang tertarik berkunjung ke gambut,” kata Stakeholder Engagement Specialis KKI Warsi, Agus Sumarli.
Baca Juga: Cara Setara Jambi Berdayakan Petani Pangan, Sawit, dan Karet untuk Pertanian Keberlanjutan
Pokdarwis Meranti Rawa mempelajari tata kelola ekowisata yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat tetapi juga sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan.
“Banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari kunjungan ke Pangkal Babu. Akan diterapkan di Desa Pematang Rahim dalam pengelolaan ekowisata ke depannya. Pakai istilah ATM (amati, tiru, dan modifikasi),” kata Ketua Pokdarwis Meranti Rawa A Fauzi.
Artikel Terkait
Walhi Jambi Sebut Monopoli Air Lahan Gambut Picu Karhutla
Bersama Polda Jambi, Ketua DPRD Jambi Tanam Pohon di Danau Sipin
Diambil dari Donasi Karyawan, PetroChina Tanam 5.000 Bibit Pohon Mangrove di Pulau Pari
181 Hektare Hutan Harapan Terbakar, Mahasiswa Tanam Pohon
KKI Warsi Melibatkan Masyarakat Jambi Mengurangi Emisi Karbon dengan Melestarikan Hutan
Walhi Jambi: Manusia Percepat Datang Kiamat