Jambiline.com - Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Program Studi (Prodi) Biologi Universitas Jambi, menanam pohon di area bekas terbakar yang berada di Hutan Harapan, Batanghari, Jambi, (19/11). Kegiatan ini bertujuan memulihkan area seluas 181 hektar yang sebelumnya mengalami kebakaran.
Ada 2.000 bibit pohon yang ditanami oleh mereka bersama para dosen, komunitas pencinta mobil Nisan Terano, dan pihak PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) selaku pemegang izin konsesi Hutan Harapan sekaligus fasilitator dalam kegiatan penanaman itu. Mereka menanam ribuan pohon di lima titik area.
Dewi Aswin Setia Ningrum (21), mahasiswi Biologi Universitas Jambi, merasa sedih saat melihat kawasan hutan dataran rendah Sumatera ini. Terlihat kayu dan tanah yang sudah menghitam pasca terbakar.
"Terlihat gersang karena kebakaran. Harapan ke depannya, karena kami menanam pohon, area ini dapat hijau kembali," katanya, setelah menanam pohon.
Baca Juga: Hadiri Makrab Dokter Ilmu Hukum UNJA, Ketua DPRD : Spirit Bersama Bangun Integritas
Ia mengatakan penanaman pohon ini sangat dibutuhkan di tengah krisis iklim. “Ini mengurangi dampak pemanasan global dan polusi udara,” katanya.
Mahasiswi ini pun berharap masyarakat sekitar tidak lagi membakar Hutan Harapan dengan tujuan membuat perkebunan.
Inada Sutra (21), mahasiswi Biologi Universitas Jambi, mengatakan ia dan kawannya sudah menanam pohon bulian dan pohon buah.
“Harapannya hutan ini bisa direstorasi kembali dan hijau kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi, DPP Golkar Usung Budi Setiawan Sebagai Bakal Calon Wali Kota Jambi 2024
Sepanjang Agustus hingga Oktober 2023, area seluas sekitar 181 hektar mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Titik kebakaran ini umumnya terjadi di wilayah konflik, yakni Sungai Jerat, Masai Rusa, dan Sungai Lalan.
“Meskipun belum ada keputusan hukum, ada pihak yang memanfaatkan musim kemarau dengan tujuan menanam komoditas tertentu. Sebagian besar mereka berasal dari luar kabupaten dan provinsi,” kata Direktur PT Reki Adam Aziz.
Memasuki bulan November 2023, tim Hutan Harapan menanam pohon di area bekas terbakar. Mereka seolah-olah balapan dengan para perambah ilegal yang ingin membuat perkebunan kelapa sawit.
Total bibit yang ditanam hingga pekan kedua November mencapai 3.000 bibit. Pohon yang ditanam di Hutan Harapan yakni beberapa jenis pohon klimaks yang di antaranya, pohon gaharu, jelutung, keruing, meranti, merawan, merbau, durian, alpukat, jengkol, karet, dan pinang.
Pemilihan pohon ini tidak hanya menimbang kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak pada perekonomian kelompok Batin Sembilan yang tinggal di Hutan Harapan.
Artikel Terkait
Walhi Jambi Sebut Monopoli Air Lahan Gambut Picu Karhutla
Udara Jambi Tak Sehat Imbas Karhutla, Anak-anak Diharuskan Gunakan Masker
Polda Jambi Tangkap 6 Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan, Tersebar di 5 Daerah
Cerita Perempuan Muda Mengajar Anak-anak Batin Sembilan di Hutan Harapan
Hadiri Acara Puncak Hari Krida Pertanian, Gubernur Jambi Beberkan Hal Ini
Menantu Habib Rizieq Shihab Bakal Hadir di Jambi, Isi Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk Palestina