Jambiline.com - Pertamina EP Jambi Field, bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Sumatera Zona 1, baru saja mengadakan seremonial penting: alih kelola lapangan Betung (Ex PBMSJ). Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Pertamina EP Field Jambi pada tanggal 2 April.
Seremonial ini menandai peresmian alih kelola lapangan Betung Meruo Senami, yang sebelumnya dikelola oleh PT Prakarsa Betung Meruo Senami Jambi.
Langkah ini merupakan upaya penyelamatan aset negara yang masih memiliki nilai ekonomis dan berpotensi menjadi salah satu sumber produksi minyak bumi untuk mencapai target satu juta barel per tahun pada 2030.
Manajer Lapangan Jambi menyatakan bahwa melalui surat No 321/PHR23000/2022-S1, VP P&O Regional 1 telah menunjuk PT Prakarsa Betung Meruo Senami Jambi (PBMSJ) sebagai pengelola sementara untuk produksi di Area Betung Meruo Senami (BMS).
Pertamina telah melakukan survei lokasi untuk pendataan aset di area Betung, termasuk pembuatan Berita Acara Alih Kelola Lapangan Betung. Langkah-langkah ini dilakukan dalam kerjasama dengan Tim dari Business Partnership Regional 1. Selain itu, telah dilakukan pembahasan dan pengajuan ABO untuk Lapangan Betung tahun anggaran 2025 ke PHR Regional 1.
"Dengan beroperasinya lapangan Betung ini mampu menjadi bagian dari pencapaian Produksi Migas Nasional 1 juta barel dan dengan operasinya lapangan Betung ini mampu memberikan jawaban terhadap permasalahan illegal drilling di sekitar lapangan Betung Meruo Senami," ujar Hermansyah.
Baca Juga: Agar Pulang Kampung Tenang dan Aman, Berikut 6 Tips Merawat Sepeda Motor Saat Ditinggal Mudik
Tantangan Industri Hulu Migas dalam mencapai target produksi migas dari Pemerintah semakin meningkat. Upaya pencapaian target produksi Migas ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah, dan diharapkan produksi Lapangan Betung dapat berkontribusi untuk mencapai target satu juta barel pada tahun 2030.
Pada kesempatan yang sama, Pjs. General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Tedjo Sumantri, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Lapangan Betung dalam mencapai produksi migas nasional.
Lapangan Betung merupakan contoh pemberdayaan potensi daerah dalam meningkatkan pendapatan, dengan membagi porsi secara seimbang antara pusat dan daerah.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses alih kelola ini. Dia yakin alih kelola ini akan membawa manfaat bagi semua pihak, terutama masyarakat di sekitar Lapangan Betung.
PT Pertamina EP Field Jambi juga memberikan pemaparan tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah dilakukan, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar Lapangan Betung.
Artikel Terkait
Dirut Pertamina Hulu Rokan Tinjau Program Sekolah Lestari Berbasis Teknologi di SDN 2 Sukajaya, Kecamatan Bayung Lencir
Pertamina Hulu Rokan Jambi Field Kembali Raih Penghargaan Indonesia Green Award 2024 untuk Inovasi Energi Terbarukan
Pertamina Hulu Rokan Sosialisasikan Literasi IT melalui Program Disrupsi Goes to Campus di Institut Teknologi Del
PT Pertamina EP Field Jambi dan Kejaksaan Tinggi Jambi Gelar Sosialisasi Pengamanan Aset Barang Milik Negara
Lewat Kegiatan Safari Ramadan Pertamina EP Jambi Field Santuni 240 Anak Yatim