Jambiline.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi mengecam tindakan menghalangi kerja jurnalis yang menimpa Dimas Sanjaya (25). Tindakan penghalangan itu terjadi saat proses peliputan kasus yang ditangani kepolisian di Markas Polda Jambi, Rabu (8/5/2024) malam.
Dimas awalnya mendapatkan informasi bahwa Afandi Susilo alias Ko Apex (terlapor) diperiksa di Markas Polda Jambi sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (8/5/2024). Ko Apex dimintai keterangan terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen kapal dan penggelapan. Karena menurut Dimas ini penting diberitakan, ia bersama jurnalis lainnya berangkat ke kantor kepolisian itu pada pukul 22.00 WIB.
Sesampai di sana, Dimas menunggu di lobi gedung Markas Polda Jambi. Sekitar pukul 22.45 WIB, rombongan Ko Apex keluar dari ruangan lalu menuruni tangga.
Dimas langsung menyiapkan kamera. Ia merekam video momen rombongan Ko Apex berjalan di lobi.
Ko Apex terus berjalan dan mengabaikan para jurnalis. Ketika Dimas mengajukan pertanyaan sebagai proses wawancara, seorang pria berbaju putih, pengawal Ko Apex, menunjuk ke kuasa hukum. Seorang pria berkemeja motif kotak-kotak pun mengatakan demikian.
“Ke kuasa hukum saja,” ujar pria berkemeja kotak-kotak.
“Ada kuasa hukumnya ya bang?” kata Dimas.
“Iya,” jawab pria tersebut sembari menggenggam ponsel Dimas.
Baca Juga: Pertamina EP Jambi Field Dukung Program Pengembangan Batik Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi
Dengan demikian, pria berkemeja kotak-kotak itu menutup paksa kamera ponsel Dimas. Para jurnalis dihalangi saat meliput kasus tersebut.
“Satu pengawalnya yang berbaju kemeja kotak-kotak langsung menggenggam HP menutupi kamera. Langkah kami terhalangi saat mendekat. Sementara Ko Apex langsung buru-buru jalan ke arah mobilnya,” kata Dimas, Jumat (10/5/2024).
Dimas kemudian mendekati kuasa hukum Ko Apex untuk wawancara. Namun, kuasa hukum ini malah tidak berkenan.
“Dia langsung berjalan meninggalkan Polda Jambi,” kata Dimas.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi menyesalkan tindakan menghalangi kerja jurnalis tersebut. Tindakan yang menimpa Dimas telah mencederai kebebasan pers.
Baca Juga: Ketika Bedah Buku Belacu Ditukar Lada di Sekretariat AJI Jambi
Artikel Terkait
AJI Jambi Melatih 20 Jurnalis dalam Memverifikasi Disinformasi Isu Minoritas
AJI Jambi Gelar Workshop Meliput Isu Lingkungan, Inklusif untuk Kaum Difabel
Suwandi dan Rifani Terpilih Pimpin AJI Jambi, Bersiap Hadapi Tantangan Lebih Besar di Pemerintahan Baru
Ketika Bedah Buku "Belacu Ditukar Lada" di Sekretariat AJI Jambi