Pameran jurnalistik, kata Hilman, akan diadakan PBSI Unja setiap tahunnya. “Harapannya, pameran jurnalistik ini bisa lebih meriah lagi, pengunjungnya lebih banyak, dan juga foto-fotonya lebih menarik lagi,” katanya.
Kesuksesan pameran itu, kata Hilman, juga karena ada kolaborasi dengan AJI Jambi. Organisasi profesi itu telah mengerahkan dua pengajar praktisi.
“Kami ajak AJI sebagai mitra kami. Kami juga sudah meneken MoU dengan AJI Jambi dan AJI Indonesia. Ke depannya, bisa memperkuat kerja sama, sehingga praktik dan teori jurnalistik sejalan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi Suwandi alias Wendy, mengapresiasi pameran jurnalistik itu. Ia berharap pameran jurnalistik bisa meningkatkan PBSI Unja yang akan datang.
“Mahasiswa bertumbuh dengan pameran karya jurnalistik yang pertama. Kita berharap ke depan bisa ditingkatkan dengan skala dan target yang lebih besar. Bisa juga mengangkat tema dan isi yang penting di Jambi,” ujarnya.
Ia pun berharap kolaborasi antara AJI Jambi dan PBSI Unja dapat menguat, sehingga bisa terus meningkatkan skill jurnalistik mahasiswa.
“Tidak hanya skill keguruan, tapi skill jurnalistik termasuk penulisan, membuat foto dan video, meriset data. Juga soal keamanan digital,” kata Wendy.
Para mahasiswa PBSI Unja saat itu juga sempat mengikuti sharing session dengan Ketua AJI Jambi Suwandi. Dalam kesempatan ini, Suwandi mengenalkan AJI, berbagi pengalaman liputan lingkungan dan masyarakat adat, hingga berbagi pemahaman mengenai kode etik jurnalistik.
Tak hanya pameran jurnalistik, para mahasiswa PBSI Unja juga menggelar industri kreatif.
Artikel Terkait
Terkendala Status Lahan, Taman Ancol Beach Kuala Tungkal Terbengkalai
Mahasiswa Kuliah Lapangan dan Aksi di Gedung DPRD Jambi
Melihat Pesona Gentala Arasy Jambi
Agrowisata di Mudung Laut Kota Jambi, Cocok untuk Belajar Menanam Sambil Berwisata