Sabtu, 18 April 2026

Haniyeh Dibunuh, Lunturkah Semangat Perjuangan Palestina

Photo Author
Novan Riansyah, Jambi Line
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 10:50 WIB

Artikel Haniyeh di Palestina dari Rusli Abdul Roni (HoU dan Dosen  Departemen Ilmu Sosial dan Kemanusiaan, College of Continuing Education (CCEd) UNITEN). (Jambi Line)
Artikel Haniyeh di Palestina dari Rusli Abdul Roni (HoU dan Dosen Departemen Ilmu Sosial dan Kemanusiaan, College of Continuing Education (CCEd) UNITEN). (Jambi Line)

Jambiline.com - Hari Rabu, tanggal 31 Juli 2024 dunia digemparkan dengan peristiwa pembunuhan kejam al-syahid Ismail Hanieh, seorang tokoh utama dalam gerakan Hamas. Tidak dapat disangkal bahawa tragedi ini merupakan sebuah kehilangan besar bagi pergerakan Hamas, perjuangan kemerdekaan negara dan rakyat Palestina.

Namun, kematiannya tidak akan sekali-kali melumpuhkan semangat perjuangan Palestina yang telah lama dibangun berdasarkan asas keadilan, kebebasan, dan hak asasi manusia.

Hamas, sebagai sebuah organisasi yang dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh beberapa negara, tetap dianggap sebagai gerakan pembebasan oleh sebagian besar rakyat Palestina dan pendukung mereka di seluruh dunia.

Baca Juga: Komit Menangkan Budi Setiawan di Pilwako, Ibnu Sina Beri Ultimatum Ini Pada Pengurus dan Kader PPP Kota Jambi

Ismail Hanieh, yang pernah menjadi Perdana Menteri Palestina dari tahun 2006 hingga 2007 sebelum terjadinya perpecahan politik antara Hamas dan Fatah, adalah seorang pemimpin yang berwibawa dalam menjaga persatuan di kalangan rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Dia memainkan peran penting dalam meluncurkan berbagai program sosial dan kesejahteraan di wilayah yang dikuasai Hamas, menjadikannya sebagai sosok yang dihormati dan dicintai oleh banyak orang, Palestina khususnya. Tentunya syahidnya pejuang palestina Haniyeh ini juga kehilangan besar buat ummat seluruh dunia.

Pastinya tragedi pembunuhan dan kematiannya ini merupakan sebuah usaha terdesak rezim Zionis Israel untuk mengekang pengaruh Hamas dan menghapuskan kepemimpinan tertinggi mereka. Pembunuhan para pemimpin Hamas oleh Rezim Zionis Israel ini bukanlah hal baru, melainkan bagian dari strategi lama Zionis dan sekutu-sekutunya untuk melemahkan Hamas. Namun, strategi ini sering kali membawa dampak yang sebaliknya.

Syahid dan kematian pemimpin Hamas seperti Hanieh tidak sekalipun melumpuhkan pergerakan, bahkan pasti menyulut semangat perjuangan di kalangan rakyat Palestina, menuntut keadilan dan pembebasan Tanah Suci Palestina.

Baca Juga: Jalin Kolaborasi dengan Ombudsman RI, Merangin dan Muaro Jambi Pertahankan Predikat Sangat Baik

Fakta menarik tentang Ismail Hanieh adalah bahwa Beliau berasal dari sebuah keluarga sederhana dan dibesarkan di kamp pengungsian al-Shati di Gaza. Kehidupan awalnya sebagai seorang pengungsi Palestina membentuk kepribadian, sikap, pandangan, dan tindakannya terhadap perjuangan Palestina, dan hal ini mempengaruhi pendekatannya dalam memimpin Hamas khususnya dan Palestina umumnya.

Dia dikenal sebagai seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat, sering terlihat berjalan di tengah-tengah penduduk setempat tanpa perlu body guard dan pengawalan ketat dengan personil yang banyak seperti layaknya para pemimpin negara di dunia ini.

Jika ditinjau dari segi politik, sosok Hanieh adalah seorang pemimpin yang pragmatis. Meskipun dia tegas dalam menolak pengakuan dan eksistensi negara haram Israel, dia juga pernah menyatakan kesediaan untuk mengadakan gencatan senjata jangka panjang jika Israel bersedia untuk mengakui hak rakyat Palestina untuk eksis sebagai sebuah negara yang bebas dan berdaulat.

Baca Juga: JNE Tuban Tetap Gencarkan Pengiriman Barang di Tengah Perayaan Haul Sunan Bonang

Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun Hamas terkenal dengan sikap tegasnya, masih terdapat ruang untuk negosiasi jika syarat-syarat tertentu dipenuhi dan dipatuhi dengan jujur dan benar oleh rezim Israel dan rakyatnya.

Bahkan Hamas sendiri telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai serangan dan tekanan dari Israel serta masyarakat internasional yang belum memahami Palestina. Meskipun sering kali menghadapi sanksi ekonomi, serangan militer, seperti yang berlaku saat ini, dan usaha untuk melemahkan dukungan mereka di kalangan rakyat Palestina, Hamas terus menjadi kekuatan utama di Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novan Riansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X