Sabtu, 18 April 2026

Jambi Memiliki Ekosistem Paling Lengkap di Pulau Sumatera, Tersebar di 4 Taman Nasional, Abdullah Sani : Jaga dan Lestarikan

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Senin, 12 Agustus 2024 | 17:26 WIB

Ilustrasi alam dan ekosistem di Provinsi Jambi (JL)
Ilustrasi alam dan ekosistem di Provinsi Jambi (JL)

Jambiline.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Abdullah Sani, mengatakan bahwa Provinsi Jambi memiliki tipe ekosistem yang paling lengkap di Pulau Sumatera bahkan di Indonesia, mulai dari ekosistem pegunungan, hutan dataran rendah, hingga ekosistem pesisir dan laut.

Pernyataan ini disampaikan Wagub Sani saat membuka Pembahasan Penyaluran Dana Insentif Berbasis Kinerja Program BioCF-ISFL untuk Desa Potensi Penerima Manfaat, yang berlangsung di Sanubari Hotel Jambi, Senin (12/08/2024).

Dalam sambutannya, Wagub Sani mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia atas dukungan mereka dalam upaya mitigasi dan perubahan iklim di Provinsi Jambi.

Baca Juga: IKN Belum Selesai, Presiden RI Terpilih, Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Melanjutkan Pembangunan

"Saat ini, Provinsi Jambi memiliki ekosistem yang sangat lengkap, tersebar di empat taman nasional, yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Dua Belas, Taman Nasional Bukit Tigapuluh, dan Taman Nasional Berbak Sembilang," paparnya.

Ia juga menjelaskan, Jambi memiliki hutan lindung seperti Taman Hutan Rakyat (TAHURA) dan Hutan Adat terbesar di wilayah Provinsi Jambi yang memiliki fungsi ekologi yang sangat penting.

"Aset lingkungan ini harus kita jaga, pelihara, dan pulihkan dari kerusakan," ujar Wagub Sani.

Wagub Sani menambahkan bahwa Provinsi Jambi telah berupaya menjaga kelestarian ekosistem sekaligus menjalankan pembangunan berkelanjutan dengan mengimplementasikan konsep REDD+ di Provinsi Jambi.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Dugaan Penggelapan oleh Pinto Jayanegara, Syifa Kembali Dihadirkan pada Sidang BK DPRD Provinsi Jambi

Upaya ini diwujudkan dengan mengintegrasikan Road Map Pertumbuhan Ekonomi Hijau Tahun 2019-2045 ke dalam Dokumen Perencanaan RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2021-2026, yang didukung oleh Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau.

"Dengan komitmen ini, kami berharap dapat berkontribusi positif dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi hijau, pembangunan yang inklusif dan merata, terciptanya ekosistem yang sehat, serta pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mengatasi dampak perubahan iklim," lanjut Wagub Sani.

Wagub Sani juga berterima kasih atas dukungan KLHK RI dan komunitas internasional dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca di Provinsi Jambi, salah satunya melalui Program BioCF-ISFL yang menargetkan penurunan emisi sebesar 14 juta ton CO2 dengan insentif sebesar USD 70 juta.

Baca Juga: Al Haris Lantik 900-an Orang di Tim Pemenangan Haris-Sani Kabupaten Tebo

"Program ini juga diintegrasikan dengan target NDC Indonesia melalui Indonesia FOLU NET Sink 2030, di mana Provinsi Jambi akan memberikan kontribusi langsung sebesar 10% melalui Program Penurunan Emisi GRK yang didanai dari APBD, APBN, dan hibah luar negeri," jelas Wagub Sani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB

Terpopuler

X