Sabtu, 18 April 2026

Sumpah Pemuda Tahun 2024 : Merajut Kesatuan Membangun Bangsa

Photo Author
Novan Riansyah, Jambi Line
- Senin, 28 Oktober 2024 | 18:30 WIB

Rusli Abdul Roni (Hou Dan Dosen Departemen Ilmu Sosial & Humaniora, College Of Continuing Education (Cced) Univesti Tenaga Nasional (Uniten) Kajang Selangor-malaysia) (Jambi Line)
Rusli Abdul Roni (Hou Dan Dosen Departemen Ilmu Sosial & Humaniora, College Of Continuing Education (Cced) Univesti Tenaga Nasional (Uniten) Kajang Selangor-malaysia) (Jambi Line)

Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu implementasi dari nilai-nilai Sumpah Pemuda adalah dengan menjunjung tinggi sikap toleransi.

Baca Juga: Keren, Usai Juara Dunia, Rider Yamaha Aldi Satya Mahendra Kembali ke Indonesia Bawa Trofi

Dalam Islam, toleransi adalah salah satu ajaran penting. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kafirun: 6: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." Demikian juga Firman Allah dalam QS.al-Baqarah:256: “Tidak ada paksaan dalam agama..”

Ayat ini menjadi landasan utama bagi kita untuk hidup berdampingan secara damai dengan siapa pun tanpa harus mencampuri keyakinan atau tradisi mereka. Di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural, toleransi menjadi kunci untuk menjaga kesatuan.

Lebih jauh lagi, kita dapat memetik nilai-nilai persaudaraan dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Nabi dikenal sangat mencintai seluruh umatnya tanpa membeda-bedakan. Ketika Baginda tiba di Madinah, Nabi SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin (pendatang) dan Anshar (penduduk asli).

Baca Juga: Link Siaran Langsung Debat Kandidat Calon Gubernur Jambi di Pilbup 2024 Malam Ini

Tindakan ini tidak hanya menciptakan ikatan emosional tetapi juga membangun masyarakat yang kuat dan solid. Begitu pula seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia, memperkuat rasa persaudaraan antar daerah, antar suku, dan antar golongan untuk membangun bangsa yang lebih baik dan kuat.

Menjaga Semangat Nasionalisme dengan Nilai-nilai Universal

Nasionalisme sering kali disalahartikan sebagai bentuk pemujaan terhadap bangsa. Namun, dalam Islam, nasionalisme yang sehat adalah bentuk rasa cinta pada tanah air, yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Baca Juga: Bukan Tim Kaleng-kaleng, Tim Pemenangan Kecamatan Sekernan dan Maro Sebo Allout Menangkan Zuwanda-Sawaluddin

Inilah pesan "Cinta tanah air adalah bagian dari iman" yang pernah diriwayatkan. Meski Riwayat ini dikategorikan sebagai hadis dhaif (lemah), namun maknanya dapat menjadi inspirasi untuk mencintai negara sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Dengan mencintai, memelihara dan menjaga Indonesia, kita dapat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan menghindari tindakan yang merugikan bangsa.

Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perjuangan untuk mencapai cita-cita besar membutuhkan kerjasama dan persatuan. Dalam membangun masa depan bangsa, semangat kebersamaan harus tetap hidup di dalam jiwa generasi muda.

Baca Juga: Hadiri Puncak Inklusi Keuangan 2024, Pjs Gubernur Jambi : Ini Upaya Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Daerah

Ketika kita bersatu dan saling mendukung, dan menguatkan kita akan bisa mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, seperti kemiskinan, ketidakadilan, pengkhianatan dan kerusakan lingkungan.
Ajaran Islam juga mengingatkan kita bahwa persatuan adalah kekuatan yang tidak dapat diremehkan. Allah SWT berfirman :

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novan Riansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X