Jambiline.com - Pasca penertiban PKL, relokasi ke tempat baru masih jalan ditempat. Prihatin dengan PKL Merangin, DPRD bakal panggil OPD terkait.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Merangin, Herman Effendi menjawab wartawan diruang kerjanya.
Bilangnya, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dijalankan pemkab tidak hanya visi misi, tapi juga pada dampaknya.
Baca Juga: Potret 100 Hari Kinerja Gubernur Jambi, Al Haris
"Kita melihat sejauh mana programnya berjalan, kita juga melihat kondisi dibawah, keluhan masyarakat," kata Herman, Rabu (04/06/2025).
Bagaimana keberadaan lapak PKL yang disediakan tenda itu, belum diketahui dari mana asal dananya. Berdasarkan pantauan dewan, dana untuk tenda itu mengunakan dana pihak ketiga.
"Menyediakan payung-payung tenda ini, masih memakai dana pihak ketiga 3. Artinya ada orang diluar sistem pemerintahan," ungkapnya.
Baca Juga: Bank Jambi Pastikan Dana Nasabah Aman, Eks Pegawai Tersangka Fraud Diproses Hukum
Sementara dari sisi PKL, Bong Fendi sapaan akrab Herman Effendi mendengar keluhan PKL yang keberatan atas retribusi yang ada.
PKL yang telah menganggur 2 bulan setelah penertiban, harus menyiapkan dana 6 juta rupiah.
Hal ini terbukti hingga Selasa (3/6/2025) dari 23 tenda hanya terisi 7 tenda saja setelah sepekan diresmikan bupati Merangin.
Baca Juga: Gubernur Jambi, Al Haris Dampingi KSAD Resmikan 47 Titik Program Manunggal Air di Jambi
Padahal, ada 29 PKL yang ditertibkan dari lokasi di Pasar Baru ke Pasar Rakyat.
Beratnya beban PKL yang dipungut 6 juta plus retribusi lain, membuat prihatin dengan PKL Merangin. Masalahnya, dewan tak bisa bertindak lantaran dana tenda itu belum jelas.
Artikel Terkait
Setelah Lapor ke Ombudsman, 14 Tenaga Honorer di Merangin Akhirnya Lolos Seleksi PPPK
Hari Ini Syukur-Khafid Ditetapkan Paslon Terpilih Pilbup Merangin 2024 Oleh KPU
Antisipasi Kelangkaan Gas Jelang Bulan Suci Ramadhan 2025, Diskoperindag Merangin Lakukan Pertemuan dengan Sejumlah Agen
JANJI Soroti Mobil Dinas di Merangin hingga Perda, Ade : Lebih Baik Bupati Baru Bersihkan Oknum Kepala Dinas yang Nakal
Terseret Arus, Mayat Bocah 7 Tahun di Merangin Akhirnya Ditemukan
Kebablasan Efesiensi, Merangin Terancam Kehilangan Dokter Spesialis
Diusulkan dari 2022, Mobil Samsat Malah Dicoret Pemkab Merangin