Jambiline.com - Warga mengungkapkan Dwi Fatimahyen (29), dokter yang tewas kecelakaan usai dituduh maling, ngebut secepat 'kilat' di Perumahan Pondok Cipta, Mestong, Muaro Jambi.
Sedangkan jalan perumahan yang dilewati Dwi saat itu tidak mulus, melainkan banyak lubang, dan banyak permukaan yang menonjol. Makanya warga heran ada mobil Daihatsu Ayla dengan kecepatan tinggi.
"Di sini ada tanggul (permukaan yang menonjol), di situ juga ada. Dihajar jalan itu. Di bawah kan menanjak juga di musala itu," kata Mise, warga perumahan tersebut, Kamis (4/4).
Aksi ngebut ini berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB. Mise awalnya mengira ada badai. Setelah dilihat ke luar, ternyata suara berisik yang didengarnya berasal dari suara kendaraan yang ngebut.
Baca Juga: Tanggapi Insiden Tewasnya Dokter Dituduh Maling, Anggota DPRD Jambi Bilang Begini
Mise melihat sejumlah warga mengejar mobil tersebut. Di antaranya ada warga yang telanjang dada.
Warga sempat menaruh kursi kayu panjang untuk memblokir jalan. Namun, kursi itu berhasil dihindari Dwi.
"Ada warga menaruh kursi di jalan. Tidak terlalu ke tengah jalan. Tetapi dielakinnya (dihindari). Pokoknya dia tidak mau tahu ada tanggul-tanggul," kata Mise.
Dwi yang keluar dari perumahan itu, dilihat sejumlah polisi saat sampai di jalan raya. Para polisi kemudian ikut mengejar.
"Di sini saya tidak dengar teriakan maling. Yang pasti warga ngejar sampai ke luar. Di sana kan ada polisi juga, ikut juga mengejar. Dari ujung sana juga ke depan. Katanya ketemu polisi juga di Paal 10," kata Mise.
Baca Juga: Kasus Tewasnya Dokter di Jambi Imbas Dituduh Maling: 5 Warga yang Mengejar Tak Bisa Dipidana
Ia mengatakan jalan perumahan itu liter U, sehingga tidak menembus ke jalan lain. Mise menduga pengendara mobil tersebut ingin mencari jalan pintas lantaran jalan raya macet imbas perbaikan jalan.
"Malam itu mungkin dia masuk ke sini karena macet untuk mencari jalan pintas. Di sini kan buntu, tidak ada jalan keluar. Liter U jalan ini. Makanya balik lagi ke sini," katanya.
Warga mengejar dan mengadang ingin tahu siapa di dalam mobil Daihatsu Ayla berwarna hitam ini.
"Warga sini yang ngejar. Karena tidak tahu siapa di mobil itu. Kalau dapat, mau tanya siapa dia? Kenapa ngebut? Apa yang dicari di sini?" katanya.