Jambiline.com - Seorang dokter muda bernama Dwi Fatimahyen (29) meninggal dunia setelah menabrak tiang listrik pinggir Jalan Lintas Jambi-Riau, Sekernan, Muaro Jambi. Ia yang dituduh maling, melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena dikejar warga dan polisi, sehingga kecelakaan tunggal tidak bisa dihindarkan.
Kejadian ini berlangsung pada Jumat pukul 23.53 WIB. Korban saat itu terlempar dari mobil dan meninggal dunia seketika.
Di hari yang sama sebelum kecelakaan terjadi, Dwi ternyata sempat berpamitan dengan orang tuanya sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mengendarai mobil untuk mencari lokasi klinik kecantikan yang baru.
“Beliau mau buka usaha klinik kecantikan lagi. Kebetulan beliau sudah mempunyai klinik kecantikan di dekat Masjid Seribu Tiang. Di Sengeti, Muaro Jambi, juga ada,” kata Erwin, sepupu korban, Selasa (2/4).
Baca Juga: Budi Setiawan Jadi Calon Pertama Daftar ke Demokrat
Pada malam harinya, Dwi menelepon orang tuanya dalam kondisi panik karena ada tiga orang asing yang membuntutinya.
Dwi yang melajukan mobil dalam kecepatan tinggi, dikejar dengan sepeda motor sambil diteriaki maling. Karena mendengar teriakan itu, polisi yang sedang patroli pun ikut mengejar Dwi.
“Kalau kondisi seperti itu, dia cemas, gelisah, dan kagetan. Semakin dikejar warga dan aparat, semakin ngebut dia membawa mobilnya,” kata Erwin.
Kejar-kejaran berakhir setelah Dwi mengalami kecelakaan tunggal. Ia kehilangan kendali karena menghindari pengendara lain, lalu menabrak tiang listrik dengan kecepatan tinggi.
Erwin mengatakan keluarga korban keberatan atas tuduhan maling tersebut. Sebab, mobil yang dikendarai Dwi adalah milik orang tuanya yang dilengkapi BPKB dan surat-surat lainnya.
“Yang menjadi beban ialah kepergian beliau itu caranya difitnah telah melakukan pencurian mobil,” katanya.
Dwi bahkan juga dituduh melakukan tabrak lari. Kedua tuduhan ini membuat keluarganya terpukul.
Keluarga Dwi meminta klarifikasi dari orang melayangkan tuduhan ini. Apalagi terdapat perkataan yang tidak mengenakan dalam video yang tersebar di media sosial.
“Supaya nama baik beliau itu pulih lagi. Apalagi mengingat beliau sudah meninggal dunia,” katanya.
Artikel Terkait
2 Kali Insiden Kecelakaan Kerja PetroChina Tanpa Sanksi, Disnakertrans : Kita Beri Pembinaan
Sekwan Ungkap Pemilik Mobil Dinas DPRD Provinsi Jambi yang Terlibat Kecelakaan di Depan RS Siloam
Buntut Insiden Kecelakaan Mobil Dinas Berisi Wanita Bugil, Kasubbag DPRD Jambi Terancam Dinonaktifkan
Kecelakaan Mobil Dinas Berisi Wanita Bugil, Pejabat Setwan DPRD Jambi Mengundurkan Diri
Operasi Siginjai 2024, Dirlantas Polda Jambi Sebut Angka Kecelakaan di Jambi Menurun 50 Persen
Tambang Batu Bara Hancurkan Ruang Hidup Orang Rimba di Batanghari, Kantor Inspektorat Tambang Jambi Digembok