Sabtu, 18 April 2026

Dokter di Jambi Tewas Usai Kecelakaan Tunggal Imbas Dikejar Warga dan Polisi

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Selasa, 2 April 2024 | 19:44 WIB

Ilustrasi kecelakaan. (Pixabay)
Ilustrasi kecelakaan. (Pixabay)

Jambiline.com - Seorang dokter muda bernama Dwi Fatimahyen (29) meninggal dunia setelah menabrak tiang listrik pinggir Jalan Lintas Jambi-Riau, Sekernan, Muaro Jambi. Ia yang dituduh maling, melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena dikejar warga dan polisi, sehingga kecelakaan tunggal tidak bisa dihindarkan.

Kejadian ini berlangsung pada Jumat pukul 23.53 WIB. Korban saat itu terlempar dari mobil dan meninggal dunia seketika.

Di hari yang sama sebelum kecelakaan terjadi, Dwi ternyata sempat berpamitan dengan orang tuanya sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mengendarai mobil untuk mencari lokasi klinik kecantikan yang baru.

“Beliau mau buka usaha klinik kecantikan lagi. Kebetulan beliau sudah mempunyai klinik kecantikan di dekat Masjid Seribu Tiang. Di Sengeti, Muaro Jambi, juga ada,” kata Erwin, sepupu korban, Selasa (2/4).

Baca Juga: Budi Setiawan Jadi Calon Pertama Daftar ke Demokrat

Pada malam harinya, Dwi menelepon orang tuanya dalam kondisi panik karena ada tiga orang asing yang membuntutinya.

Dwi yang melajukan mobil dalam kecepatan tinggi, dikejar dengan sepeda motor sambil diteriaki maling. Karena mendengar teriakan itu, polisi yang sedang patroli pun ikut mengejar Dwi.

“Kalau kondisi seperti itu, dia cemas, gelisah, dan kagetan. Semakin dikejar warga dan aparat, semakin ngebut dia membawa mobilnya,” kata Erwin.

Kejar-kejaran berakhir setelah Dwi mengalami kecelakaan tunggal. Ia kehilangan kendali karena menghindari pengendara lain, lalu menabrak tiang listrik dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Tambang Batu Bara Hancurkan Ruang Hidup Orang Rimba di Batanghari, Kantor Inspektorat Tambang Jambi Digembok

Erwin mengatakan keluarga korban keberatan atas tuduhan maling tersebut. Sebab, mobil yang dikendarai Dwi adalah milik orang tuanya yang dilengkapi BPKB dan surat-surat lainnya.

“Yang menjadi beban ialah kepergian beliau itu caranya difitnah telah melakukan pencurian mobil,” katanya.

Dwi bahkan juga dituduh melakukan tabrak lari. Kedua tuduhan ini membuat keluarganya terpukul.

Keluarga Dwi meminta klarifikasi dari orang melayangkan tuduhan ini. Apalagi terdapat perkataan yang tidak mengenakan dalam video yang tersebar di media sosial.

“Supaya nama baik beliau itu pulih lagi. Apalagi mengingat beliau sudah meninggal dunia,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Sumber: Jambiline.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X