daerah

Pemkab Muaro Jambi Raih Rekor Muri, Sukses Gelar Musik Tradisional Senandung Jolo Terbanyak, Diiikut 1012 Siswa - Siswi SMP se Kabupaten Muaro Jambi

Jumat, 3 Mei 2024 | 20:24 WIB
Penjabat Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah, menerima penghargaan rekor Muri pada acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Diskominfo Muaro Jambi)

Jambiline.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi memukau: lebih dari seribu siswa/siswi SMP di kabupaten tersebut turut serta dalam memainkan alat musik tradisional, senandung jolo.

Penjabat Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah, menerima penghargaan ini pada acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada hari Kamis, 2 Mei 2024. Penghargaan diberikan oleh Andre Purnwandono, Manajer Hubungan Pelanggan MURI.

Andre menyatakan bahwa meskipun pencapaian ini baru saja terjadi, namun sudah layak menjadi rekor dunia. Ia sangat mengapresiasi partisipasi Pemkab Muaro Jambi dalam pencapaian ini, yang tidak hanya menciptakan rekor MURI pertama kali, tetapi juga membangkitkan kembali kekayaan seni dan budaya lokal serta menanamkan semangat patriotisme pada ribuan pelajar.

Bachyuni Deliansyah, Penjabat Bupati Muaro Jambi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan secara massal untuk melestarikan seni dan budaya asli Muaro Jambi, khususnya senandung jolo, yang merupakan bagian penting dari identitas lokal.

Beliau mengucapkan terima kasih kepada tim MURI Dunia atas penghargaan ini, sembari berharap agar budaya ini dapat terus dilestarikan dan tidak punah di masa depan.

Senandung jolo, sebuah seni vokal tradisional dari Kelurahan Tanjung Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, merupakan warisan sastra tutur berupa pantun yang diiringi oleh alat musik gambang.

Asal-usul senandung jolo berasal dari kebiasaan masyarakat yang dulunya bekerja sebagai petani ladang di hutan. Gambang, alat musik perkusi berbilah kayu, menjadi instrumen utama yang mengiringi senandung jolo, bersama dengan gong, rebana siam, dan gendang bermuka dua yang kemudian ditambahkan seiring perkembangan zaman.

Senandung jolo disajikan dalam berbagai acara adat dan formal di daerah tersebut, tetapi terancam punah karena kurangnya minat generasi muda dan kekurangan perhatian dari para seniman tradisional.

Firdaus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, berharap bahwa partisipasi ribuan siswa SMP dalam memainkan senandung jolo dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk mengembangkan dan melestarikan budaya lokal Jambi.

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB