daerah

Batu Lontaran Jamarat, Batu Perlawanan Palestina

Minggu, 23 Juni 2024 | 20:20 WIB
Batu Lontaran Jamarat adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh jamaah haji dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi. (Ilustrasi Net)

Jambiline.com - Batu Lontaran Jamarat adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh jamaah haji dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi. Ritual ini melambangkan perlawanan terhadap setan, di mana para jamaah melemparkan batu ke tiga tiang yang disebut Jamarat.

Namun, di sisi lain dunia, di Palestina, batu juga menjadi simbol perlawanan bagi warga Palestina terhadap pendudukan dan penindasan. Artikel ini akan membahas dua perspektif ini dan bagaimana batu bisa menjadi simbol yang kuat dalam konteks keagamaan dan politik.

Batu Lontaran Jamarat

Baca Juga: Wajib Menangkan Budi Setiawan di Pilwako Jambi 2024, Ketua DPC PPP Kota Jambi Beri Intsruksi pada Pengurus dan Kader

Ritual melempar jumrah dilakukan pada 10 zukhijjah dan hari-hari  Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Jamaah haji melemparkan batu ke tiga Jamarat: Jamarat al-Ula, Jamarat al-Wusta, dan Jamarat al-Aqaba.

Melempar jumrah melambangkan perlawanan dan penolakan terhadap godaan setan. Ritual ini memiliki akar sejarah yang panjang, yang merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS saat menggoda setan untuk mengalihkan ketaatannya kepada Allah SWT.

Ritual melempar jumrah mengandung pesan simbolis yang mendalam. Ini mengajarkan umat Islam tentang pentingnya menghadapi dan menolak godaan serta pengaruh buruk dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ritual ini, jamaah haji diingatkan untuk selalu teguh dalam iman dan taqwa, serta berani menghadapi segala bentuk kejahatan, kezaliman dan ketidak adilan.

Baca Juga: Finidi George Dituding Jadi Penyebab Buruk Penampilan Super Eagles, NFF Bakal Cari Pelatih Baru?

Batu Perlawanan Palestina

Di sisi lain dunia, batu menjadi simbol yang berbeda namun sama kuatnya bagi rakyat Palestina. Sejak Intifada pertama pada tahun 1987, batu telah menjadi senjata perlawanan utama bagi pemuda Palestina. Mereka menggunakan batu untuk melawan tentara dan kendaraan militer Israel dalam upaya mempertahankan hak-hak mereka dan menolak pendudukan,penjajahan dan ketidak adilan.

Batu-batu ini bukan sekadar alat fisik, tetapi juga simbol perlawanan terhadap penindasan, penjajahan dan ketidakadilan. Melalui aksi pelemparan batu, rakyat Palestina menyampaikan pesan bahwa mereka tidak akan diam terhadap pendudukan, penjajahan dan penindasan. Batu-batu yang dilemparkan menjadi lambang keberanian, keteguhan, dan perjuangan untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Pagi hingga Sore, Atlet Cabor Angkat Besi Jambi Intens Berlatih Demi Capai Prestasi di PON XXI/2024 Aceh-Sumut

Persamaan dan Perbedaan

Meskipun berada dalam konteks yang sangat berbeda, batu dalam kedua situasi ini memiliki kesamaan sebagai simbol perlawanan. Di Mina, batu melambangkan perlawanan terhadap setan dan godaan.

Halaman:

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB