Jambiline.com - Sering dikunjungi wisatawan, masuk kandidat World Heritage, Candi Muaro Jambi kini jadi destinasi wisata religi internasional.
Candi Muaro Jambi memiliki keunikan tersendiri. Bangunan candi yang terdiri dari tumpukan batu-batu bata tersebut bukan terkenal dengan kemegahannya, namun candi Budha ini sarat dengan nilai sejarah dan budaya.
Berabad-abad silam, yang menurut penuturan para ahli sejarah dan budaya, abad ke-7 Masehi, Kawasan Percandian Muaro Jambi telah menjadi pusat pembelajaran (university) umat Budha. Bukan hanya umat Budha Jambi, tetapi juga Asia bahkan internasional.
Baca Juga: Intip Keindahan Wisata Pemandian Bah Damanik Nan Unik dan Menyegarkan
Kandungan sejarah budaya itulah yang menjadikan Candi Muaro Jambi masuk dalam kandidat World Heritage (warisan budaya dunia) UNESCO – organ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi budaya.
Kini, di era teknologi canggih, era milenial, nama Candi Muaro Jambi tidak lekang oleh waktu. Juga tidak tergerus dengan kemajuan zaman.
Beberapa tahun terakhir, nama Candi Muaro Jambi bahkan semakin mencuat. Apalagi dengan berbagai promosi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Perlahan tetapi berkelanjutan, candi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi itu pun semakin sering dikunjungi oleh berbagai wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Candi Muaro Jambi menjadi destinasi wisata religi internasional.
Melansir dari Wikipedia, Candi Muaro Jambi kompleks percandian agama Hindu-Budha terluas di Asia Tenggara, dengan luas 3981 hektar.
Candi Muaro Jambi ini juga kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Tarif Tenaga Listrik untuk Kuartal III 2024, Berikut Rinciannya
Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke- 7 - 12 M. Selain itu, Candi Muara Jambi juga merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di Pulau Sumatra.
Terakhir, sejak tahun 2009 lalu Kompleks Candi Muaro Jambi juga telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.