daerah

Jambi Memiliki Ekosistem Paling Lengkap di Pulau Sumatera, Tersebar di 4 Taman Nasional, Abdullah Sani : Jaga dan Lestarikan

Senin, 12 Agustus 2024 | 17:26 WIB
Ilustrasi alam dan ekosistem di Provinsi Jambi (JL)

Provinsi Jambi saat ini sedang mengimplementasikan fase Pre-Investment Program BioCF-ISFL untuk periode 2022-2025. Fase ini sudah memasuki tahun ketiga dengan metode On Granting, dan telah memberikan pendapatan bagi Pemprov Jambi.

Total nilai reimbursement yang telah ditransfer oleh DJPK Kemenkeu RI ke RKUD Provinsi Jambi mencapai Rp40,92 miliar, dengan pengajuan tambahan sebesar Rp11,82 miliar untuk Semester I Tahun 2024.

Wagub Sani menegaskan bahwa tahapan Pre-Investment sudah menunjukkan hasil yang signifikan dalam memenuhi syarat untuk mengunduh fase Result Based Payment (RBP).

Baca Juga: Jadwal Ustadzah Ummu Ali 16 Agustus, Jamaah Muslimah Siap Ramaikan Tangerang Selatan

Saat ini, Pemprov Jambi sedang menunggu jadwal penandatanganan Kontrak Emission Reduction Payment Agreement (ERPA), yang telah disepakati dengan harga per ton CO2e sebesar USD 7.

Wagub Sani juga menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam Pembagian Manfaat Insentif Berbasis Kinerja Program BioCF-ISFL. Tiga aspek yang harus diperhatikan adalah riwayat kehilangan tutupan hutan, kinerja penurunan emisi gas rumah kaca, dan risiko deforestasi serta degradasi hutan.

"Semakin baik tutupan hutan di suatu wilayah, semakin besar proporsi manfaat yang diterima. Sebaliknya, semakin kecil tutupan hutan, semakin kecil pula proporsi manfaatnya," ujar Wagub Sani.

Dalam mempercepat pengunduhan fase RBP, Wagub Sani menekankan perlunya finalisasi Dokumen Benefit Sharing Plan BioCF-ISFL, yang mencakup alur mekanisme pendanaan hingga ke tingkat desa.

Baca Juga: Olimpiade Paris 2024: Tim Sepak Bola Putri Amerika Serikat dan Tim Putra Spanyol Sukses Sabet Emas

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, APDESI, dan Koordinator Pendamping Desa se-Provinsi Jambi, sangat diperlukan untuk memastikan alur pendanaan berjalan dengan baik.

"Dengan terlaksananya fase RBP, dana yang telah disepakati dapat diimplementasikan oleh masyarakat sebagai insentif dalam menjaga kawasan hutan dan lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi," pungkas Wagub Sani.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara yang juga Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Ir. Agus Sunaryo, M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Wagub Jambi, jajaran Direktur KLHK RI, Tim World Bank Indonesia, dan semua pihak yang hadir dalam acara ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dalam mendukung Program BioCF-ISFL di Provinsi Jambi, baik dalam fase Pre-Investment maupun fase RBP, dengan output yang diharapkan berupa mekanisme penyaluran dana insentif berbasis kinerja ke desa.****

Halaman:

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB