daerah

Sumpah Pemuda Tahun 2024 : Merajut Kesatuan Membangun Bangsa

Senin, 28 Oktober 2024 | 18:30 WIB
Rusli Abdul Roni (Hou Dan Dosen Departemen Ilmu Sosial & Humaniora, College Of Continuing Education (Cced) Univesti Tenaga Nasional (Uniten) Kajang Selangor-malaysia) (Jambi Line)

Jambiline.com - Tanggal 28 Oktober menjadi momen bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Tepat pada tanggal tersebut di tahun 1928, para pemuda dari berbagai suku, agama, dan budaya di Nusantara menyatukan suara dalam ikrar yang kemudian dikenal sebagai “Sumpah Pemuda”.

Dengan lantang, mereka menyatakan bahwa mereka bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sumpah ini bukan hanya sebuah pernyataan, tetapi fondasi penting bagi kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda adalah sebuah khazanah harta kekayaan Indonesia yang mungkin tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia ini. Sepanjang pengetahuan penulis, belum ditemukan adanya ikrar seperti sumpah pemuda ini di negara lain.

Dalam konteks modern, Sumpah Pemuda adalah sangat relevan sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman. Terutama dalam menjawab tantangan era globalisasi dan teknologi saat ini, dalam mempertahankan persatuan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu terus dijaga dan diaktualisasikan sesuai dengan perkembangan zaman dan kekinian.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024 : Budi Setiawan Sampaikan Apresiasi Pada Pemuda Jambi

Islam mengajarkan peri pentingnya persatuan dan persaudaraan di antara umat manusia. Sebagaimana disinyalir Firman Allah swt di dalam Al-Qur'an: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai” (QS. Alimran :103).

Ayat ini mengandung pesan mendalam untuk seluruh umat manusia agar bersatu dalam kebaikan dan tidak terpecah-belah. Pesan ini sangat relevan dengan konteks Sumpah Pemuda yang hanya ada dalam tubuh NKRI ini, di mana para pemuda bangsa saat itu bersepakat untuk meninggalkan ego suku, ras, bahkan menonjolkan agama demi tujuan bersama-Indonesia yang Bersatu padu, dalam bingkai Bhinneka Tunggal ika. Justeru pesan serupa juga disampaikan Baginda Nabi SAW dalam bersabdanya: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; ia tidak akan menzaliminya, membiarkannya, atau merendahkannya..."(HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa sebagai sesama bangsa Indonesia, sudah seharusnya kita mengedepankan rasa persaudaraan, saling menghargai, dan menolong dan memperkuat antara satu sama lain, meskipun terdapat perbedaan latar belakang.

Baca Juga: Zuwanda Siapkan Program Rp10 Juta per Desa untuk Kegiatan Kepemudaan di Muaro Jambi

Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, semangat ini dapat diterapkan dengan tidak membedakan seseorang berdasarkan suku atau golongan, yang kadangkala dipolarisasi dengan cara tidak sehat. Dan pada kahirnya mencederai kesatuan bangsa.

Tantangan Persatuan di Era Modern

Di era digital seperti sekarang, informasi menyebar begitu cepat. Namun, ironisnya, teknologi juga sering kali menjadi penyebab tersebarnya hoaks, fitnah, dan perpecahan.

Baca Juga: Zuwanda Ajak Pemuda Bawa Perubahan Positif Membangun Muaro Jambi

Dalam situasi ini, umat Muslim diajarkan untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 6, mengingatkan kita: "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Ayat ini relevan dalam konteks menjaga persatuan bangsa, terutama di era digital. Sebagai elemen bangsa pemuda dan penerus penerus, penting untuk selalu menyaring informasi dan menahan diri dari ikut serta dalam menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Sebab, satu berita bohong saja dapat menimbulkan konflik yang besar, dan itu berpotensi mengancam persatuan yang telah kita rajut selama ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB