Ke Mana Arah Perdamaian?
Baca Juga: Pisah Sambut Kapolda Jambi, Irjen Pol Halomoan Siregar : Kami Janji Akan Wujudkan Jambi yang Aman
Dalam situasi di mana kepercayaan terhadap gencatan senjata semakin memudar, apakah masih ada harapan untuk perdamaian? Catatan sejarah menunjukkan bahwa solusi berbasis diplomasi sering kali menemui jalan buntu ketika salah satu pihak tidak mematuhi perjanjian yang telah disepakati.
Meskipun berbagai pihak berusaha mengakhiri konflik ini, ketidakseimbangan kekuatan antara Israel dan Palestina menjadikan perundingan damai sekadar formalitas tanpa hasil nyata. Selama pendekatan sepihak dan tindakan keras tidak diberlakukan terhadap pihak yang terus melanggar perjanjian-terutama rezim Zionis-perdamaian di wilayah tersebut akan tetap menjadi angan-angan yang sulit dicapai.
Kesimpulan
Baca Juga: Bahagianya Petugas Kebersihan Kota Jambi Dapat 1.358 Paket Sembako dari Sinsen
Pelanggaran perjanjian damai dan gencatan senjata oleh Israel bukanlah hal baru. Hal ini semakin menimbulkan kekhawatiran terhadap kredibilitas perjanjian damai dalam konflik Palestina-Israel, dan juga kemungkinan resolusi lain di masa depan. Dunia kini dihadapkan pada dilema: apakah masih bisa mempercayai janji-janji, resolusi-resolusi yang kerap dikhianati, ataukah perlu mencari pendekatan baru yang lebih efektif?
Yang jelas, selama masyarakat internasional tidak bertindak tegas dan berani untuk memberikan tekanan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Zionis, perdamaian di Palestina akan tetap menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Pertanyaannya sekarang adalah: apakah dunia akan terus membiarkan pelanggaran ini terjadi berulang kali, atau sudah saatnya mengambil langkah lebih tegas demi keadilan dan keamanan global?
Oleh : Rusli Abdul Roni (HoU & Dosen Departemen Ilmu Sosial & Humaniora, College of Continuing Education (CCEd) Univesti Tenaga Nasional (UNITEN)Kampus Putrajaya Selangor-Malaysia)
Baca Juga: Berkah Ramadan, Yamaha XOS Bumi Siginjai Jambi Beri Santunan ke Anak Yatim Piatu