Jambiline.com - Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan dalam acara bertajuk "Launching Akbar Bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan di Kota Jambi", yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, Kamis (22/5).
Program ini merupakan salah satu dari realisasi 100 hari kerja Wali Kota Jambi, Dr. H. Maulana, MKM, bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
Peluncuran program tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kota Jambi, Deputi Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi.
Baca Juga: Desa Ladang Peris Jadi Percontohan Desa Cantik, Bupati Fadhil: Data Berkualitas Kunci Pembangunan
Dalam sambutannya, Baca Juga: Gubernur Jambi, Al Haris Puji Pemilihan RT Serentak di Kota Jambi: Bukti Pemerintahan Terkecil Berdaya dan Demokratis.
Sasaran utama program ini adalah pekerja sektor informal seperti pelaku UMKM, tukang ojek, dan profesi lainnya yang memiliki risiko kerja tinggi.
“Pekerja yang sudah dibiayai akan segera dicetakkan kartunya. Kami ingin mereka memahami hak-haknya, agar lebih semangat dalam mencari nafkah,” ujar Maulana.
Selain peluncuran program, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta program yang telah meninggal dunia.
Baca Juga: Joao Pedro Terjerat Sanksi Larangan Bermain Usai Konflik dengan Sesama Tim
Wali Kota turut membagikan kisah menyentuh dari salah satu penerima manfaat sebagai bukti konkret kebermanfaatan program ini.
Deputi Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, Hendra Novriansyah, menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi. Ia menyebut program ini sebagai proyek percontohan yang dapat dijadikan rujukan oleh daerah lain.
“Jambi ini luar biasa. Dukungan kepala daerahnya sangat kuat. Ini membuktikan bahwa Pemkot Jambi benar-benar peduli pada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Hendra.
Ia menambahkan, dari sekitar 15.000 pekerja rentan yang terdata di Kota Jambi, baru 3.000 yang telah terverifikasi dan menerima perlindungan melalui program ini.