Suasana ini membuat para pekerja terhambat, termasuk proses pengiriman barang oleh kurir ekspedisi JNE Tuban.
Akan tetapi, owner JNE Tuban, Rofiq Yulistiono, tetap memberlakukan piket kerja bagi sejumlah karyawan dan kurir.
Di sisi lain, dia tidak menghalangi karyawan lain yang ingin hadir di Haul Sunan Bonang.
"Jika ada karyawan yang izin kerja untuk hadir di Haul Sunan Bonang, tetap diperbolehkan," kata Rofiq.
Selain itu, kepala operasional yang membawahi semua PIC (Person In Charge), Jalil, juga sedang membina sebuah acara keagamaan di salah satu pesantren jelang Haul Sunan Bonang.
"Kemarin Pak Jalil kebetulan ada di pondok, jadi beberapa karyawan ada yang ikut ke pondok juga," terangnya.
Dirinya juga hadir di acara Haul Sunan Bonang, dan bahkan sempat bertemu langsung dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, dan petinggi lainnya.
"Kebetulan saya juga diundang di Haul Sunan Bonang, bahkan setiap tahun saya diundang oleh Bupati Tuban, tapi secara personal bukan mewakili JNE. Di sana juga ada mantan bupati, Pak Huda," ujarnya.
Keberuntungan lainnya, dia juga berkesempatan untuk bisa masuk ke dalam makam Sunan Bonang, yang merupakan momen sangat langka bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Saya termasuk yang diperkenankan masuk ke cungkupnya makam Sunan Bonang, karena biasanya tidak sembarang orang boleh masuk ke makam," tuturnya.
3. Kinerja JNE saat Haul Sunan Bonang.
Semakin padatnya suasana persiapan Haul Sunan Bonang hingga hari H, membuat pengiriman barang semakin sulit untuk sampai di tangan penerima.
Hal ini secara jelas disampaikan oleh Rofiq yang ternyata telah memberlakukan pengiriman yang berbeda dari hari biasa.
"Sebenarnya ada perubahan terkait penyaluran atau delivery saja, mungkin ada sebagian wilayah yang terhambat," tambahnya.