Jambiline.com - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pada 2 Mei 2024 menyimpulkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif.
Keadaan ini didukung oleh likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat, meskipun terjadi peningkatan ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan penurunan inflasi yang di bawah ekspektasi pasar, yang menciptakan tekanan di pasar keuangan.
Di Amerika Serikat (AS), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) melambat sebesar 1,6 persen kuartal ke kuartal (sebelumnya: 3,4 persen), yang merupakan penurunan terendah dalam dua tahun terakhir, disebabkan oleh peningkatan impor yang signifikan.
Baca Juga: Berperan Dukung Pencegahan Terorisme, Gubernur Jambi, Al Haris Terima Penghargaan dari Densus 88
Meskipun demikian, kinerja ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda penguatan yang melebihi ekspektasi.
Hal ini memicu kembalinya ekspektasi suku bunga yang tinggi dalam jangka panjang sehingga pasar memprediksi kemungkinan pemotongan Fed Funds Rate (FFR) semakin rendah.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) menghadapi dilema antara pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang masih tinggi.
Meskipun begitu, pasar memperkirakan bahwa BOE dan ECB akan memilih menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan.
Baca Juga: Mubadala Energy Berhasil Temukan Potensi Gas Besar di South Andaman Wilayah Laut Dalam
Di Tiongkok, beberapa indikator ekonomi melebihi ekspektasi pasar meskipun permintaan domestik mengalami pelemahan, sehingga pemerintah masih cenderung menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.
Di tingkat domestik, inflasi inti meningkat, menandakan pemulihan permintaan selama periode Pemilu dan bulan Ramadhan.
Sektor manufaktur juga mengalami peningkatan, didorong oleh kenaikan volume pesanan dan produksi baru.
Peningkatan ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2024 sebesar 5,11 persen tahun ke tahun (kuartal keempat 2023: 5,04 persen tahun ke tahun), terutama didorong oleh pertumbuhan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 24,3 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 19,9 persen.
Baca Juga: 4 Paslon Bacakada di Provinsi Jambi Daftar ke KPU Lewat Jalur Perseorangan
Artikel Terkait
OJK : Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
OJK Dorong Penguatan Manajemen Risiko di Sektor Jasa Keuangan : Tantangan dan Kolaborasi untuk Keberlanjutan
OJK: Sektor PVML Siap Hadapi Berakhirnya Stimulus Covid-19 pada April 2024
Tensi Geopolitik Global Meningkat, OJK Sebut Fundamental Perekonomian Indonesia Masih Terjaga Baik
OJK Terbitkan Aturan Tentang Pembiayaan Transaksi Efek dan Short Selling : Penyempurnaan Aturan untuk Likuiditas Pasar Keuangan