Sabtu, 18 April 2026

Meski Terjadi Peningkatan Ketidakpastian Global, OJK Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Masih Terjaga Baik

Photo Author
Maskun Sopwan, Jambi Line
- Selasa, 14 Mei 2024 | 11:00 WIB

Ilustrasi stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif (Chun)
Ilustrasi stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif (Chun)

Jambiline.com - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pada 2 Mei 2024 menyimpulkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif.

Keadaan ini didukung oleh likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat, meskipun terjadi peningkatan ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan penurunan inflasi yang di bawah ekspektasi pasar, yang menciptakan tekanan di pasar keuangan.

Di Amerika Serikat (AS), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) melambat sebesar 1,6 persen kuartal ke kuartal (sebelumnya: 3,4 persen), yang merupakan penurunan terendah dalam dua tahun terakhir, disebabkan oleh peningkatan impor yang signifikan.

Baca Juga: Berperan Dukung Pencegahan Terorisme, Gubernur Jambi, Al Haris Terima Penghargaan dari Densus 88

Meskipun demikian, kinerja ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda penguatan yang melebihi ekspektasi.

Hal ini memicu kembalinya ekspektasi suku bunga yang tinggi dalam jangka panjang sehingga pasar memprediksi kemungkinan pemotongan Fed Funds Rate (FFR) semakin rendah.

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) menghadapi dilema antara pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang masih tinggi.

Meskipun begitu, pasar memperkirakan bahwa BOE dan ECB akan memilih menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan.

Baca Juga: Mubadala Energy Berhasil Temukan Potensi Gas Besar di South Andaman Wilayah Laut Dalam

Di Tiongkok, beberapa indikator ekonomi melebihi ekspektasi pasar meskipun permintaan domestik mengalami pelemahan, sehingga pemerintah masih cenderung menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Di tingkat domestik, inflasi inti meningkat, menandakan pemulihan permintaan selama periode Pemilu dan bulan Ramadhan.

Sektor manufaktur juga mengalami peningkatan, didorong oleh kenaikan volume pesanan dan produksi baru.

Peningkatan ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2024 sebesar 5,11 persen tahun ke tahun (kuartal keempat 2023: 5,04 persen tahun ke tahun), terutama didorong oleh pertumbuhan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 24,3 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 19,9 persen.

Baca Juga: 4 Paslon Bacakada di Provinsi Jambi Daftar ke KPU Lewat Jalur Perseorangan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maskun Sopwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X