Jambi Line - Harga pinang menurun drastis dikeluhkan warga Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur, Jambi. Belakangan ini, harga komoditi itu hanya mencapai Rp 5.000 per kilogram.
Warga itu ingin menyampaikan kondisi ini ke Presiden Joko Widodo kala meninjau jalan di Kecamatan Geragai dan Mendahara. Namun, Presiden batal berkunjung ke lokasi tersebut.
"Kami berharap pak Jokowi memperbaiki jalan, dan bisa menaikan harga pinang, kelapa, sawit, dan sebagainya. Sudah setahun lebih harga pinang anjlok," kata Tia, Selasa (16/5).
Tono (38), pengelola dan penjual pinang lokal di Desa Lagan Tengah, menyampaikan harga pinang bisa lebih murah lagi jika pinang yang siap dijual kualitasnya menurun.
"Kurang paham juga penyebabnya. Biasanya pinang lokal dikirim dari sini. Orang Jambi yang beli," tuturnya.
Baco Jugo: Jokowi Batal Tinjau Jalan di Tanjung Jabung Timur, Warga Kecewa
Jauh berbeda dengan sekarang pada tahun 2021 harga pinang lokal di daerah ini bisa mencapai Rp 29.000 per kilogram.
"Dulu saat harga pinang mahal, ada saja yang maling. Makanya, pasang CCTV. Kalau sekarang, mana ada yang maling," tuturnya.
Ia menggarap kebun pinang seluas 5 hektar. "Sedangkan yang sudah berbuah mencapai 3 hektare. Pinang ini panennya dua minggu sekali, kalau 3 hektare dapat 200 karung," tuturnya.
Warga Desa Lagan Tengah, banyak yang mengelola pinang. Tradisi ekonomi ini sudah ada sejak tahun 1980-an.
"Awalnya, tahun 1980-an sudah ada pinang. Dulu tentu lebih murah. Kalau perkebunan sawit belum lama masuk ke sini. Sekitar tahun 2009-an," ujarnya.
Baco Jugo: AJI Jambi Gelar Diskusi Peran Media dan Jurnalis Suarakan Kelompok Marjinal
Tetapi, pengiriman komoditi pinang di daerah tersebut, tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Jalan sepanjang 17 kilometer yang terbentang di Kecamatan Geragai dan Mendahara, mengalami kerusakan parah.
Di jalan yang dimaksud terdapat beberapa lubang yang cukup dalam sehingga berisiko merusak kendaraan yang lewat.