Jambi Line - Pria berinisial LM, ayah korban pemerkosaan di Kabupaten Tebo, Jambi, sempat dimintai dana sebelum pelaku yang memperkosa putrinya diringkus, Jumat (28/7). Ayah tersebut mengaku permintaan dana disampaikan polisi tidak secara terang-terangan melalui sambungan telepon.
"Tidak ada meminta duit secara langsung. Cuma, dia mengatakan minta bantu dana untuk berangkat ke Jambi. Itu sekitar dua Minggu sebelum penangkapan," ujar pria yang bekerja serabutan itu, Senin (31/7).
Tidak ada pemaksaan yang dilakukan polisi. Tetapi, Kanit PPA Polres Tebo dalam sambungan telepon mengatakan akan mencari pinjaman dana untuk penanganan kasus.
"Cuma ia mengatakan ya sudah mungkin kami mencari pinjaman dulu sama kawan-kawan untuk berangkat ke Jambi," kata LM.
Baco Jugo: Kasat Polresta Jambi Dimutasi Usai Emak-emak Gerebek Basecamp Narkoba
LM sampai hari ini tidak mendapatkan ancaman apa pun walau berita permintaan dana ini diangkat di salah satu media massa.
"Kalau untuk saat ini belum ada. Tak tahu kalau besoknya ada, nanti kami kasih kabar pada kawan-kawan dari media. Alhamdulillah sehat," ungkapnya.
Kekerasan seksual terjadi saat korban berinisial H (16) dalam perjalanan pulang pada bulan Februari lalu. Pelakunya tidak lain adalah temannya sendiri bernama Fendi (19).
"Insiden kekerasan seksual tadi di tempat pangkas rambut sekitar pukul 18.00. Setelah mendengar putri saya mengalami hal ini, saya langsung pulang," ungkap LM.
Keesokan harinya, LM langsung melaporkan kasus ini ke Polres Tebo. Korban telah divisum dan sempat diselidiki, tetapi pihak keluarga korban merasa polisi lamban menangani kasus ini.
"Apa kendalanya? Saya tak paham. Polisi hanya mengatakan kasus ini masih dalam pergelaran kasus, pengembangan kasus," kata LM.
Baco Jugo: Jaga Keberlanjutan Lingkungan, SKK Migas Tanam 10.000 Pohon di Taman Mangrove Jakarta
Sekitar lima bulan kemudian, barulah pelaku itu ditangkap. Tetapi sebelum penangkapan itu, keluarga korban sempat dimintai dana.
Kanit PPA Polres Tebo, Aipda Ari Wahyudi mengatakan permintaan dana itu tidak benar. Apalagi polisi telah bekerja menangkap pelaku.
"Itu gak ada. Yang jelas gini, kalau yang seperti itu gak perlu dibahas ya. Yang jelas kita sudah berupaya," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Rezka Anugras pun membantah dugaan permintaan uang kepada pelapor tersebut.
"Gak ada. Kalau kita, gak ada minta. Kita sudah panggil Kanit PPA tidak ada menyampaikan itu," katanya.
Setelah kabar dugaan pemerasan ini sampai di media massa, LM sempat dihubungi Kanit PPA Polres Tebo untuk memberitahukan bahwa dirinya dipanggil bersama dua saksi. Dalam sambungan telepon itu Kanit PPA sempat menyindir LM.
"Terima kasih atas kasih kata-katanya kemarin. Kami mintai uang ke sampean, terima kasih kata-katanya," ujar Kanit PPA itu.
"Maksudnya? Tak paham saya ini," jawab LM.
"Pura-pura tak paham sampean tu. Kata-kata sampean ke media itulah," ujar Aipda Ari Wahyudi.
"Saya sampaikan seperti yang bapak sampaikan," timpal LM.
"Sebenarnya tak kayak gitu pun kami sudah kerja," kata Aipda Ari Wahyudi.
Sejumlah awak media massa sempat menemui Bidang Humas Polda Jambi untuk mendapatkan keterangan soal perkara tersebut. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto menyerahkan pada Kapolres Tebo AKBP Wayan Arta Ariawan untuk memberikan keterangan.
Namun, Wayan ternyata hari ini sedang mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Kendati demikian, ia mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan.
"Saat ini masih kami cek kebenarannya mas," ujarnya.
Korban Mengalami Trauma dan Tidak Mau Bersekolah
Sebagai akibat pemerkosaan, H sempat mengalami trauma. "Cuma sudah agak mendingan. Sudah bisa berkomunikasi, bergaul kembali. Sudah agak riang kembali. Tidak seperti sebelumnya," ungkap LM.
Kendati demikian, korban masih tidak mau bersekolah. Dinas sosial menyarankan agar H mengikuti sekolah praktik menjahit atau memasuki pesantren di luar Provinsi Jambi.
"Dia gak mau sekolah lagi karena malu. Dinsos menyarankan sekolah praktik menjahit atau masuk pesantren. Ini sempat dipertimbangkan oleh anak saya. Namun, ibunya masih keberatan kalau jauh dari anaknya," kata LM.