Jambiline.com - Penyelenggaraan Ibadah Haji kembali dirundung duka dengan wafatnya salah satu jemaah haji asal Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Seorang pria berusia 70 tahun bernama H. Adamsuar Ismail menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit King Faisal pada tanggal 20 Juni 2024.
Jemaah yang tergabung dalam kloter BTH 23 sektor 2 Syisyah ini meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit jantung iskemik, hipertensi kronis, dan diabetes mellitus tipe 2 yang telah lama dideritanya.
Baca Juga: 695 Siswa Madrasah di Kecamatan Rengel Ikuti Latihan Manasik Haji
Ketua Kloter BTH 23, H. Al Jufri, melaporkan kepada Media Center EHA Jambi bahwa pada pagi hari tanggal 20 Juni 2024, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, H. Adamsuar ditemukan tidak sadar oleh istrinya di kamar lantai 9.06 Hotel Mina View 210.
Pasien mengalami henti napas yang segera dilaporkan oleh salah satu teman sekamar kepada tim kloter.
Tim medis kloter segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak lima siklus. Setelah itu, nadi mulai teraba kembali dengan saturasi oksigen 84%.
Infus segera dipasang dan tindakan RJP kembali dilakukan sambil menunggu Tim Emergency Medical Service (TEMS) tiba untuk memberikan bantuan lebih lanjut.
Baca Juga: Memperkaya Muhammadiyah, Bukan Mencari Kekayaan di Muhammadiyah
"Setibanya tim TEMS, pasien langsung diintubasi dan diberikan epinefrin. Tindakan RJP terus dilanjutkan selama perjalanan menuju RS King Faisal menggunakan ambulans. Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat, pasien segera dipasangi monitor.
Namun, upaya keras tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa H. Adamsuar. Dokter jaga IGD RS King Faisal menyatakan beliau meninggal dunia pada pukul 10.35 WAS," kata Jufri dilansir dari web jambi.kemenag.go.id, Jum'at (21/6/2024).
Ia menjelaskan, H. Adamsuar tiba di Arab Saudi pada tanggal 5 Juni 2024 dalam kondisi yang termasuk kategori risiko tinggi (risti) karena riwayat penyakit hipertensi kronis, diabetes mellitus tipe 2 yang bergantung pada insulin, serta efusi pleura, membuatnya berada dalam pengawasan ketat oleh tim medis.
Baca Juga: Apa Itu PPG Prajabatan, Berikut Penjelasannya Mulai dari Syarat Hingga Tujuannya
"Dr. Silviana, dokter yang mendampingi jemaah, memastikan bahwa segala upaya telah dilakukan untuk menjaga kesehatan H. Adamsuar selama perjalanan ibadah ini, tambahnya.