nasional

BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Akselerasi Pembiayaan

Kamis, 27 Juni 2024 | 06:26 WIB
Kantor Bank Indonesia (BI)

Jambiline.com - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Kemajuan tersebut memerlukan upaya untuk memperluas akses pembiayaan antara lembaga keuangan syariah dan pelaku usaha syariah, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Untuk itu, Bank Indonesia, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), kembali menyelenggarakan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2024.

Baca Juga: Provinsi Jambi Raih Penghargaan GDPK Award 2024 Berkat Inovasi Pembangunan Kependudukan

Acara  itu bertema “Akselerasi Pembiayaan Syariah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” yang dimulai pada Selasa 25 Juni 2024.

Pelaksanaan BPS tahun 2024 ini memiliki kebaruan dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain adanya Project Charter yang diformulasikan bersama Kementerian dan Lembaga terkait lainnya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses pembiayaan terhadap UMKM, terutama di sektor ekonomi kreatif dan pesantren, sehingga program pembiayaan lebih terarah untuk sektor produktif.

Baca Juga: Miniseri Drama MBN Bad Memory Eraser Mendatang akan Menampilkan Kim Jae Joong, Simak Konfirmasi Tanggal Tayangnya

Selain itu, periode pelaksanaan BPS diperpanjang, diawali dengan FESyar regional Sumatera pada bulan Mei lalu dan akan dilanjutkan di FESyar regional KTI, Jawa, hingga acara utama ISEF 2024.

Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menyampaikan bahwa peran strategis Indonesia dalam mendorong kemajuan eksyar, terutama penguatan ekosistem halal menuju Indonesia sebagai pusat industri halal dunia, telah mendapatkan pengakuan.

Hal ini tercermin dari laporan State of Global Islamic Report 2023 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Score 2023.

Baca Juga: YG Entertainment Tanggapi Laporan Tentang Reuni 2NE1: Para Anggota Dijadwalkan Bertemu Produser

Ekspansi eksyar dari sisi pembiayaan juga terlihat dari pertumbuhan pembiayaan syariah pada Mei 2024 yang mencapai 14,07% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pembiayaan konvensional yang tumbuh 12,15% (yoy).

Untuk meningkatkan porsi pembiayaan syariah di masa depan, diperlukan dukungan strategi yang difokuskan pada tiga aspek: pertama, peningkatan inklusi melalui Project Charter, dengan berbagai kegiatan business matching yang menyasar sektor ekonomi kreatif dan pesantren.

Halaman:

Tags

Terkini