nasional

Di Tengah Kasus Korupsi Pertamina, Ganjar Pranowo Pamerkan BBM dari Sampah: Perlu Payung Hukum

Rabu, 12 Maret 2025 | 16:42 WIB
Ganjar Pranowo akui pengembangan pengolahan sampah menjadi BBM perlu naungan hukum (IG/@ganjar_pranowo)

Jambiline.com - Belum lama ini, Ganjar Pranowo telah melakukan kunjungan ke Desa Cepuwatu, Jogjakarta, untuk memantau pengelolaan sampah yang didaur ulang menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Ganjar Pranowo juga menunjukkan siapa inisiator pembuatan BBM ini yang telah bergerak selama beberapa tahun.

"Sampahmu cuma dibuang? Sayang sekali. Di desa Cepuwatu, Kalasan Sleman ini, sampah bisa diolah jadi bahan bakar minyak (BBM). Get Plastic Indonesia inisiatornya," kata Ganjar Pranowo, dilansir Jambiline.com dari Instagram @ganjar_pranowo, pada Selasa, 14 Maret 2025.

Baca Juga: OJK Terbitkan POJK Nomor 1 Tahun 2025 tentang Derivatif Keuangan dengan Aset Berupa Efek

Menurut Ganjar Pranowo, tim ini membutuhkan dukungan secara hukum agar bisa dipergunakan secara luas di Indonesia.

"Kalau ini dikembangkan, tentu kita tidak hanya berhasil mengelola sampah, tapi juga bisa menciptakan BBM sendiri. Menarik bukan? Mereka hanya perlu payung hukum dan pembinaan," tegasnya.

Sedangkan, Get Plastic Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berdiri sejak tahun 2018.

Lembaga ini bergerak dibidang pengolahan limbah, khususnya sampah plastik menjadi berbagai macam sumber energi bermanfaat.

Salah satunya, pengolahan limbah sebagai BBM ini telah bergerak sejak tahun 2018.

Tak hanya sampah ringan, Get Plastic Indonesia juga mengolah puluhan ton sampah yang bisa diolah menjadi berbagai macam sumber energi.

"Siapa bilang hasilnya hanya solar? Dari sampah plastik, Get Plastic menghasilkan lebih dari sekadar solar. Dengan metode pirolisis, sampah plastik yang kamu buang bisa diubah menjadi solar, bensin, dan minyak tanah sebagai alternatif bahan bakar, black carbon sebagai residu yang bisa dimanfaatkan kembali, dan gas propylene, serta sumber energi lainnya," kata Get Plastic Indonesia.

Tim dalam lembaga ini juga tidak dibatasi secara usia dan jabatan, melainkan dari semua kalangan boleh bergabung di lembaga ini.

"Siswa kelas 11 SMA Cendekia Harapan yang berasal dari Philipina ini bergabung dengan Get Plastic tim selama dua minggu terakhir," tambahnya.

Proses pengolahan sampah plastik menjadi sumber energi, di antaranya mulai dari pemilihan sampah hingga edukasi dampak sampah kepada masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini