nasional

Lampu Bertenaga Surya Dipasang di 56 Titik, Jalan Desa Parit Lapis Kini Sudah Terang Benderang

Rabu, 19 Maret 2025 | 16:19 WIB
Penampakan Jalan Desa Parit Lapis yang dipasang 56 titik penerangan lampu jalan bertenaga surya (Humas SKK Migas)

Jambiline.com - Tanjung Jabung Barat – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jadestone Energy (Lemang) Pte Ltd (JELPL) menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan masyarakat dengan menyelesaikan pemasangan 56 titik penerangan lampu jalan bertenaga surya di Desa Parit Lapis, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Program ini terealisasi pada kuartal I-2025 dan mencakup jalur sepanjang 5,4 kilometer.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar dengan menyediakan fasilitas publik yang lebih memadai.

Jalan Desa Parit Lapis merupakan jalur vital bagi lebih dari 140 kepala keluarga yang menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari, seperti mengangkut hasil panen, mengantar anak sekolah, hingga beribadah ke masjid terdekat.

Baca Juga: Era Digital, Layanan Polri Harus Humanis dan Profesional

Pemasangan lampu jalan yang bertepatan dengan awal bulan Ramadan 2025 ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan ibadah, terutama sholat Tarawih dan Subuh berjamaah.

Program ini mendapatkan persetujuan serta arahan teknis dari SKK Migas, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kelancaran operasional perusahaan serta kehidupan masyarakat sekitar.

Selain itu, penggunaan energi surya yang ramah lingkungan selaras dengan kebijakan keberlanjutan KKKS JELPL dalam menjalankan operasional yang lebih efisien dan berwawasan lingkungan.

Baca Juga: Tiga Polisi Termasuk Kapolsek Gugur Ditembak Saat Gerebek Judi Sabung Ayam di Way Kanan

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas realisasi program ini.

“Kami sangat bersyukur ketika kegiatan operasional dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Bulan Ramadan ini menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak ibadah, dan dengan adanya penerangan jalan, warga dapat lebih nyaman dalam berangkat ke masjid,” ujarnya.

Yunianto juga berharap agar program serupa terus berlanjut, sehingga industri hulu migas tidak hanya fokus pada eksplorasi dan eksploitasi, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.***

 

Tags

Terkini