Sabtu, 18 April 2026

Santri di Jambi Dianiaya Senior, Kemaluannya Cedera

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Jumat, 1 Desember 2023 | 09:46 WIB

Ayah APD melaporkan ke Polda Jambi bahwa anaknya menjadi korban penganiayaan.  (M Sobar Alfahri/ Jambi Line)
Ayah APD melaporkan ke Polda Jambi bahwa anaknya menjadi korban penganiayaan. (M Sobar Alfahri/ Jambi Line)

Jambiline.com - Seorang santri laki-laki berinisial APD (12) dianiaya senior ketika berada di asrama putra Pondok Pesantren Tri Sukses Jambi, Jambi Selatan, Kota Jambi. Kemaluannya mengalami cedera akibat penganiayaan itu.

Kejadian ini pertama kali diketahui pihak keluarga korban setelah APD menelepon. APD saat itu meminta segera dijemput.

"Yah, kalau ayah tidak mau menyesal, jemput saya sekarang," kata APD dalam sambungan telepon itu.Baca Juga: Remaja Putri Gemetar Hampir Diculik, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rikarno Widi Setiawan, ayah kadung APD, langsung bergegas ke pondok pesantren usai mendapat permohonan anaknya. Sesampai di sana, Widi melihat APD dalam kondisi terbaring dan terlihat kesakitan di unit kesehatan pondok (UKP).

Setelah itu, APD dibawa pulang oleh ayahnya. Ketika berada di rumah, barulah anak ini menunjukkan bahwa ia telah dianiaya oleh dua orang seniornya. Kemaluannya 'digesek' secara paksa dengan menggunakan kaki. Tidak sampai di situ, perut APD juga sempat diinjak pelaku.

"Mulut anak saya dibekap. Kemudian tangannya dipegang. Kaki anak saya dipegang kuat atau dipaksa. Kemudian kaki pelaku itu menendang bagian bawah itu anak saya," ujarnya saat di Mapolda Jambi, Kamis (30/11) sore.

Imbas serangkai penganiayaan ini, ia mengalami lebam di bagian kedua paha, bengkak pada bagian kemaluan, dan cedera di bagian perut.

Widi yang sedih karena anaknya dianiaya, melaporkan ini ke Polda Jambi. Laporan yang dimaksud bernomor: STPL/343/XI/2023/SPKT/Polda Jambi.

"Kejadian 'penggesekan' kelamin ini sudah terjadi selama empat kali. Yang kami laporkan kejadian pada tanggal 22 dan tanggal 24 November 2023," kata Widi.

Baca Juga: Kapolda Jambi Wanti-wanti Residu Pemilu Tahun 2019

APD sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher sebelum akhirnya divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi.

Widi mengatakan pihak pondok pesantren baru mengetahui setelah kasus ini mencuat. Mereka sudah menjenguk anaknya tetapi belum memberikan pertanggungjawaban dan membantu biaya pengobatan.

"Pihak pesantren sudah menjenguk. Sempat mengobrol dan mediasi juga tetapi ya alhamdulillah ada itikad baik.
Sudah sering terjadi perundungan. Tapi pihak pondok selalu memberikan pesan kepada muridnya agar menceriakan pada orang tua yang bagus-bagus saja," kata Widi.

Sementara itu, Hasan selaku pengawas Yayasan Pondok Pesantren Tri Sukses Jambi mengatakan pihaknya sudah mengadakan mediasi. Ia pun mengklaim permasalahan ini sudah selesai.Baca Juga: DPRD Jambi Sepakati 11 Ranperda Masuk Propemperda 2024

"Sudah damai-damai gak ada permasalahan, sampai sekarang sudah kami amankan. Tidak ada efek sampingnya lagi ke masyarakat yang lain karena itu sudah damai, antara pelaku dan korban sudah damai," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Sumber: Jambiline.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Batang Hari Gelar Bimbingan Manasik Haji

Rabu, 4 Februari 2026 | 08:00 WIB
X