“Kelompok Pepa ini bisa membuka mata semua orang bahwa desa yang berada dalam situasi konflik dan perjuangan. Juga mampu memberikan warna lain, misalnya mereka menggerakkan desa melalui komoditi rempah-rempah ini. Selain meningkatkan perekonomian, Desa bisa menjadi tujuan wisata kebun rempah, karena potensinya sangat banyak. Semakin banyak orang yang datang berkunjung, semakin banyak yang berempati pada perjuangan petani di sini,” tandasnya.
Dia menambahkan aksi solidaritas dan perlawanan Pepa diharapkan dapat menjadi sorotan nasional dan internasional terhadap isu perlindungan hak-hak petani dan perempuan di sektor pertanian.
Artikel Terkait
Ketua DPRD Muarojambi Tanggapi Keluhan Petani Sawit
Tuntut Penyelesaian Konflik Agraria, Ratusan Masa Petani Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Jambi
Jambi Menduduki Posisi ke-3 Konflik Agraria, Petani bersama Anak-anak Demo
Petani Bersama Anak-anak di Jambi Demo Selama 7 Hari Bawa Peralatan Dapur
Ditangkap karena Dituduh Curi Sawit, 2 Petani Ajukan Pra Peradilan